Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Ciptakan Ekosistem Perkebunan yang Kompetitif, Kementan Gelar Kegiatan Skena 

Kompas.com - 19/04/2024, 19:12 WIB
Inang Sh ,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) terus berusaha menciptakan ekosistem usaha perkebunan yang kompetitif.

Paling baru, Ditjenbun bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar acara Semarak Perkebunan Nasional (Skena) yang berlangsung pada 19 April hingga 21 April 2024 di Bogor.

Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) Andi Nur Alam Syah mengapresiasi kerja sama dan kolaborasi Pemkot Bogor yang bersama-sama menyukseskan kegiatan Skena.

"Hilirisasi perkebunan memiliki peran dan kontribusi penting dalam perekonomian Indonesia, terutama tanaman kopi, teh, kakao, karet, kelapa, serta kelapa sawit,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (19/4/2024). 

Oleh karena itu, kata Andi, masyarakat diharapkan turut andil dalam mendukung berkembangnya hilirisasi perkebunan Indonesia. 

Baca juga: Ingin Produksi Padi Meningkat, Kementan Kerahkan 3.700 Unit Pompa Air di Jatim

Dia menyebutkan, kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan kinerja hilirisasi komoditas perkebunan yang bernilai tambah tinggi. Sebab, tuntutan pasar dunia menginginkan produk yang berkualitas dan berstandar. 

“Tentunya strategi yang kami tempuh melalui hilirisasi ini merupakan proses mengolah bahan mentah menjadi produk turunan bernilai tambah,” katanya. 

Andi mengatakan, hal tersebut sebagaimana diarahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni tidak hanya lakukan ekspor raw material, tetapi juga berdagang dengan konsep produk bernilai tambah.

“Hilirisasi akan berdampak signifikan dalam peningkatan pendapatan petani karena merupakan kunci kesejahteraan petani,” jelasnya.

Lebih lanjut, Andi menyampaikan, sekarang adalah saatnya hilirisasi ditingkatkan ke level komersialisasi demi pengembangan perkebunan ke depan.

Baca juga: Antisipasi El Nino, Kementan Dorong 4 Kabupaten Ini Percepatan Tanam Padi

“Skena ini merupakan ajang pemanasan untuk acara Bunex direncanakan sekitar bulan September 2024,” ungkapnya. 

Dia menyebutkan, ajang tersebut untuk meningkatkan dan mendorong para usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar naik level dan mendukung komoditas perkebunan beserta nilai tambah perkebunan.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan agar komoditas perkebunan Indonesia bisa bersaing dan bertahan dengan tuntutan pasar global yang semakin ketat. 

Andi menambahkan, jajaran Ditjenbun terus mendukung pengembangan komoditas perkebunan untuk kesejahteraan petani melalui peningkatan produksi, produktivitas, dan hilirisasi komoditas. 

“Kami percaya seluruh stakeholder terkait Perkebunan, jajaran kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), pelaku usaha/eksportir/asosiasi pengusaha juga mendukung dengan penuh apa yang Kementan lakukan,” katanya.

Baca juga: Kementan Gelontorkan Rp 8 Miliar untuk Garap Lahan Pertanian di Merauke

Halaman:


Terkini Lainnya

Ketahui, Definisi Politik Kantor dan Contohnya

Ketahui, Definisi Politik Kantor dan Contohnya

Work Smart
Akselerasi Digitalisasi Bisnis di Indonesia, Mekari Akuisisi Jojonomic

Akselerasi Digitalisasi Bisnis di Indonesia, Mekari Akuisisi Jojonomic

Whats New
Jemaah Haji Dilarang Bawa Zamzam di Koper, Dendanya Capai Rp 25 Juta

Jemaah Haji Dilarang Bawa Zamzam di Koper, Dendanya Capai Rp 25 Juta

Whats New
Soal Akusisi Sumber Beras di Kamboja, Bos Bulog Jamin Tak Ganggu Penggilingan Padi Domestik

Soal Akusisi Sumber Beras di Kamboja, Bos Bulog Jamin Tak Ganggu Penggilingan Padi Domestik

Whats New
Bank Jago: Peran Nasabah Penting untuk Hindari Kebocoran Data

Bank Jago: Peran Nasabah Penting untuk Hindari Kebocoran Data

Whats New
APJAJI Keluhkan Tarif Batas Tas Tiket Pesawat Tak Kunjung Direvisi, Maskapai Bisa Bangkrut

APJAJI Keluhkan Tarif Batas Tas Tiket Pesawat Tak Kunjung Direvisi, Maskapai Bisa Bangkrut

Whats New
Bakal Jalankan Program Penjaminan Polis, LPS: Tugas Berat

Bakal Jalankan Program Penjaminan Polis, LPS: Tugas Berat

Whats New
Menperin Sebut Dumping Jadi Salah Satu Penyebab PHK di Industri Tekstil

Menperin Sebut Dumping Jadi Salah Satu Penyebab PHK di Industri Tekstil

Whats New
Data Terbaru Uang Beredar di Indonesia, Hampir Tembus Rp 9.000 Triliun

Data Terbaru Uang Beredar di Indonesia, Hampir Tembus Rp 9.000 Triliun

Whats New
Jadi BUMN Infrastruktur Terbaik di Indonesia, Hutama Karya Masuk Peringkat Ke-183 Fortune Southeast Asia 500

Jadi BUMN Infrastruktur Terbaik di Indonesia, Hutama Karya Masuk Peringkat Ke-183 Fortune Southeast Asia 500

Whats New
Mendag Zulhas Segera Terbitkan Aturan Baru Ekspor Kratom

Mendag Zulhas Segera Terbitkan Aturan Baru Ekspor Kratom

Whats New
Manfaatnya Besar, Pertagas Dukung Integrasi Pipa Transmisi Gas Bumi Sumatera-Jawa

Manfaatnya Besar, Pertagas Dukung Integrasi Pipa Transmisi Gas Bumi Sumatera-Jawa

Whats New
Soal Investor Khawatir dengan APBN Prabowo, Bos BI: Hanya Persepsi, Belum Tentu Benar

Soal Investor Khawatir dengan APBN Prabowo, Bos BI: Hanya Persepsi, Belum Tentu Benar

Whats New
Premi Asuransi Kendaraan Tetap Tumbuh di Tengah Tren Penurunan Penjualan, Ini Alasannya

Premi Asuransi Kendaraan Tetap Tumbuh di Tengah Tren Penurunan Penjualan, Ini Alasannya

Whats New
Hidrogen Hijau Jadi EBT dengan Potensi Besar, Pemerintah Siapkan Regulasi Pengembangannya

Hidrogen Hijau Jadi EBT dengan Potensi Besar, Pemerintah Siapkan Regulasi Pengembangannya

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com