AirAsia Bidik Potensi E-commerce

Kompas.com - 30/05/2019, 13:23 WIB
Pesawat Airbus A330-900 yang dipesan AirAsia X dok AirAsia X, AirbusPesawat Airbus A330-900 yang dipesan AirAsia X

KUALA KUMPUR, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan berbiaya rendah AirAsia Group Berhad tidak hanya ingin menggenjot penjualan tiket pesawat dengan harga terjangkau. AirAsia pun kini membidik potensi e-commerce.

Dilansir dari Bloomberg, Kamis (30/5/2019), AirAsia kini tengah dalam tahap pembicaraan dengan mitra-mitra potensial untuk membuat aplikasi belanja online. Ini dilakukan sebagai upaya diversifikasi bisnis.

Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi CEO AirAsia Aireen Omar. Pada tahun 2018 lalu, AirAsia meraup pendapatan sebesar 240 juta dollar AS atau setara sekira Rp 3,4 triliun dari penjualan tiket.

Baca juga: Tarif Batas Atas Diturunkan, AirAsia Tak Khawatir

Omar menyatakan, pihaknya membidik pendapatan hingga 20 kali lipat. Target ini salah satunya dipenuhi dengan bakal diluncurkannya aplikasi yang menawarkan barang dan layanan gaya hidup.

"Ini akan lebih besar dari maskapai sendiri. Ada banyak yang bisa Anda lakukan hanya dengan satu aplikasi dan itulah yang kami lakukan dengan aplikasi perjalanan dan gaya hidup kami," terang Omar.

AirAsia pun menggenjot kapabilitas digitalnya guna masuk ke pasar e-commerce di kawasan Asia Tenggara. Adapun AirAsia mengangkut 100 juta penumpang setiap tahun.

Baca juga: AirAsia: Pemilihan Hub di Lombok Tidak Sembarangan

Upaya-upaya serupa pun telah dilakukan maskapai premium guna menggenjot pendapatan. Singapore Airlines dan Cathay Pacific, misalnya, telah menjual barang-barang bebas pajak ke dalam pesawat.

Adapun aplikasi AirAsia juga menawarkan berbagai layanan terkait perjalanan, seperti pemesanan kamar hotel hingga produk kecantikan dan voucher makan malam.

CEO AirAsia Tony Fernades pun telah mempersiapkan AirAsia untuk fokus pada bisnis digital, meski dalam tahap pelan tapi pasti. AirAsia telah menjual pesawat ke perusahaan leasing alias pembiayaan dan melepas saham pada operasional daratnya.

Fernandes juga merestrukturisasi perusahaan agar maskapai dapat terpisah dari holding bisnis.

 

 



Sumber Forbes
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Kunci Agar Transformasi Digital di Bisnismu Berhasil

3 Kunci Agar Transformasi Digital di Bisnismu Berhasil

Smartpreneur
November, Jumlah Penumpang di 15 Bandara Kelolaan AP I Naik 29,1 Persen

November, Jumlah Penumpang di 15 Bandara Kelolaan AP I Naik 29,1 Persen

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Hitungan Baru Gaji PNS | Jelang Pilkada 2020 | Takdir Kostum Bekas Pemain

[POPULER DI KOMPASIANA] Hitungan Baru Gaji PNS | Jelang Pilkada 2020 | Takdir Kostum Bekas Pemain

Rilis
Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Whats New
Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Smartpreneur
Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Earn Smart
[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

Whats New
Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Whats New
Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Work Smart
Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Whats New
Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Whats New
Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Whats New
Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Spend Smart
Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Whats New
Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X