Kompas.com - 09/09/2019, 07:10 WIB
Ilustrasi perang dagang AS-China. SHUTTERSTOCKIlustrasi perang dagang AS-China.

Pada Agustus, China membiarkan mata uangnya melampaui level 7 yuan per dollar AS untuk pertama kalinya sejak krises keuangan global. Hal tersebut membuat Washington menyebut Beijing sebagai manipulator mata uang.

"Ekspor masih lemah bahkan dalam menghadapi depresiasi mata uang yuan yang substansial, menunjukkan bahwa permintaan eksternal yang lamban adalah faktor paling penting yang mempengaruhi ekspor tahun ini," kata ekonom di Zhong Hai Sheng Rong Capital Management Zhang Yi.

Banyak analis memperkirakan pertumbuhan ekspor akan melambat lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang. Pasalnya, terdapat beberapa kebijakan tarif lanjutan AS yang baru mulai berlaku pada 1 Oktober dan 15 Desember.

Adapun tak hanya ke AS,ekspor China ke Eropa, Korea Selatan, Australia, dan Asia Tenggara juga memburuk, baik secara tahunan maupun jika dibandingkan dengan Juli.

Walaupun demikian, ekspor ke Jepang dan Taiwan sedikit lebih baik dari bulan sebelumnya.

Baca juga: Imbas Protes dan Perang Dagang, Sektor Properti Hong Kong Terpukul

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.