Laporan Konsumen Terkait Masalah Perumahan Terbanyak Diterima BPKN

Kompas.com - 16/12/2019, 17:34 WIB
BPKN dalam media Conference Catatan Akhir Tahun 2019 di Jakarta, Senin (16/12/2019). KOMPAS.com/ELSA CATRIANABPKN dalam media Conference Catatan Akhir Tahun 2019 di Jakarta, Senin (16/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Perlindungan Konsumen Nasional ( BPKN) mencatat, ada 1.510 kasus yang dilaporkan masyarakat dalam kaitannya dengan perlindungan konsumen nasional.

Koordinator Komisi III Advokasi BKPN Rizal E Halim mengatakan, 90 persen dari jumlah keseluruhan pengaduan adalah mengenai perumahan.

"Kita mencatat ada 1.510 pengaduan ditahun ini dan yang paling parah ada di Batam," ujarnya di Jakarta, Senin (16/12/2019).

Rizal menjelaskan, permasalahan perumahan di Kota Batam terjadi akibat adanya pengembang nakal yang menjual lahan yang sebenarnya adalah kawasan hutan lindung.

Selain itu, di wilayah Jabodetabek permasalahan perumahan juga sangat banyak. Ia mencontohkan, salah satunya permasalahan kasus Perumahan Jatinegara Indah yang kini sudah disita.

"Sudah disita sebenarnya, tapi ada saja pihak swasta yang menjualnya. Mirisnya, dibantu dengan mekanisme pembiayaan salah satu bank milik pemerintah," jelasnya.

Baca juga: Pembiayaan Properti Masih Hadapi Tantangan pada 2020, Apa Saja?

Rizal juga mengatakan, permasalahan perumahan di Jakarta juga banyak dialami hampir semua rumah susun di Jakarta yang memiliki potensi dan para konsumennya bukan hanya dari masyarakat ekonomi ke bawah, melainkan masyarakat ekonomi ke atas juga banyak menjadi korban.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X