Ekonom: Virus Corona Tak Akan Berdampak Signifikan ke Ekonomi RI

Kompas.com - 27/01/2020, 14:08 WIB
Seorang pria mengenakan masker saat mengendarai sepeda motor di jalanan kota Wuhan, China, yang sepi akibat wabah virus corona yang mematikan, Minggu (26/1/2020). AFP/HECTOR RETAMALSeorang pria mengenakan masker saat mengendarai sepeda motor di jalanan kota Wuhan, China, yang sepi akibat wabah virus corona yang mematikan, Minggu (26/1/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Virus Corona yang pertama kali bermula dari Wuhan, China turut memberikan sentimen negatif pada pasar keuangan dunia termasuk negara emerging market seperti Indonesia.

Banyak pihak berpendapat wabah virus mematikan itu akan mengurangi devisa negara karena turis China yang berkunjung ke daerah pariwisata di Indonesia akan berkurang.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, dampak virus corona tidak akan terlalu berdampak signifikan kepada pasar Indonesia. Sebab, Indonesia masih ditopang oleh ekspor dan impor tak hanya dari sisi pariwisata.

"Menurut saya pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat ditopang juga oleh ekspor dan impor. Mungkin ada (dampaknya) tapi dampak besarnya sih saya rasa tidak signifikan. Apalagi Indonesia lebih berjarak dengan negara-negara di kawasan," kata Andry di Jakarta, Senin (27/1/2020).

Baca juga: Apakah Virus Corona Bakal Memengaruhi Ekonomi Dunia? Simak Penjelasannya

Namun kata Andry, besaran dampak ke negara-negara sekitar seperti Asean akan bergantung kembali pada usaha pemerintah China menanggulangi virus itu sehingga membangun kepercayaan masyarakat seperti sedia kala.

"Kalau misalnya tak tertangani baik di China, second round effect ke negara-negara lainnya. Misalnya penduduk dari negara sekitarnya Vietnam, Singapura, ASEAN, makin hati-hati bertransaksi, itu berdampak," ucap Andry.

Andry menuturkan, sejauh ini, dampaknya masih mengarah ke episentrum virus, yakni China dan negara-negara yang berada di sekitarnya.

Adapun bisnis yang paling berdampak antara lain bisnis pariwisata, moda angkutan seperti pesawat udara, dan beberapa bisnis di sekitar kota terdampak.

"Memang pada akhirnya masyarakat dunia terutama di region yang dekat dengan China itu akan mulai tidak pede melakukan traveling. Jadi yang paling utama adalah bisnis travelingnya, wisatanya menurun, dan pesawat udara," ucap Andry.

Baca juga: Dituduh Penyebab Virus Corona, Kelelawar Banyak Dijual Sebagai Obat di RI

Sementara itu, Analis Bahana Sekuritas Muhammad Wafi memperkirakan, IHSG akan bergerak terbatas pada kisaran 6.150 hingga 6.300 dalam sepekan ini, salah satunya karena virus corona.

"Penyebaran virus corona yang sudah menyebar ke 13 negara hingga Minggu kemarin menjadi pemicu pergerakan indeks yang terbatas karena sejumlah investor masih mengamati penyebaran virus ini di Indonesia," kata Wafi dalam siaran pers, Senin (27/1/2020).

Tapi, virus corona bukan satu-satunya yang membuat IHSG tertekan. beberapa investor masih wait and see karena menunggu para emiten melaporkan laporan keuangan 2019 yang dirilis akhir-akhir ini.

Baca juga: Komisi IX DPR Minta Pemerintah Jangan Berleha-leha Antisipasi Virus Corona

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X