PNS Butuh Dana Cepat? Ini Fintech yang Khusus Layani Pegawai Negeri

Kompas.com - 29/01/2020, 13:23 WIB
Kepala BKN KOMPAS.com/Rully R. RamliKepala BKN

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Kepegawiaan Negara (BKN) bekerjasama dengan Bank Mandiri Taspen dan PT Fidac Inovasi Teknologi menyediakan pembiayaan khusus untuk pegawai negeri sipil (PNS) melalui aplikasi fintech bernama Dumi.

Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan peluncuran aplikasi ini menjadi penting untuk memberikan opsi pembiayaan produktif maupun semi produktif bagi PNS.

"Sebetulnya sudah ada di pikiran saya sejak lama bagaimana meningkatkan kesejahteraan ASN. Orang berpikiran dari gaii, tapi gajinya terbatas," ujarnya di Gedung BKN, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Baca juga: Gara-gara Fintech, Pertumbuhan Kredit Bank Mandiri Melambat

Bima memutuskan untuk memilih fintech sebagai platform penyalur pembiayaan ke PNS dikarenakan minimnya biaya operasional yang dibutuhkan.

Dengan demikian, Dumi mampu menyediakan pinjaman dengan suku bunga relatif lebih rendah dibandingkan pada umumnya.

Saat ini suku bunga pinjaman yang disediakan Dumi adalah flat sebesar 9,9 persen sepanjang tahun.

Senada dengan Bima, Direktur Utama Mandiri Taspen Josephus K Tripakoso menilai fintech merupakan platform yang tepat untuk memberikan pinjaman kepada PNS..

"ASN tidak perlu membuka pinjaman ke bank cukup lewat aplikasi," ujar dia.

Di tempat yang sama Direktur Fidac Harry Fardan menjelaskan, PNS dapat langsung melakukan pinjaman melalui aplikasi yang tersedia di Android maupun Apple, dengan waktu proses pinjaman selama dua hari.

Nantinya PNS dapat memilih tenor dengan jangka waktu 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan.

"Dumi bertujuan untuk mempermudah akses kepada ASN tanpa bermaksud menjadi pesaing perbankan," ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

373.745 Orang Masuk Daftar Hitam Kartu Prakerja, Ini Sebabnya

373.745 Orang Masuk Daftar Hitam Kartu Prakerja, Ini Sebabnya

Whats New
Menaker ke Pendemo UU Cipta Kerja: Kalau Tidak Puas, Bisa Digugat ke MK!

Menaker ke Pendemo UU Cipta Kerja: Kalau Tidak Puas, Bisa Digugat ke MK!

Whats New
7 Kota di Indonesia yang Dibangun Penjajah Belanda dari Nol

7 Kota di Indonesia yang Dibangun Penjajah Belanda dari Nol

Whats New
Omzet Anjlok Selama Pandemi, Aulia: Bersyukur Banget Dapat Bantuan dari Pak Presiden Ini...

Omzet Anjlok Selama Pandemi, Aulia: Bersyukur Banget Dapat Bantuan dari Pak Presiden Ini...

Smartpreneur
Milenial juga Bisa Beli Rumah Sendiri, Ikuti 4 Cara ini!

Milenial juga Bisa Beli Rumah Sendiri, Ikuti 4 Cara ini!

Earn Smart
Menaker Jamin UU Cipta Kerja Tetap Sejahterakan Buruh

Menaker Jamin UU Cipta Kerja Tetap Sejahterakan Buruh

Whats New
Kemenperin: Halal Bukan Karena Masalah Agama, Sekarang Jadi Fesyen

Kemenperin: Halal Bukan Karena Masalah Agama, Sekarang Jadi Fesyen

Whats New
Ulin Yusron, Influencer Jokowi yang Jadi Komisaris BUMN ITDC

Ulin Yusron, Influencer Jokowi yang Jadi Komisaris BUMN ITDC

Whats New
[POPULER MONEY] Cara Daftar BLT UMKM bagi yang Tak Punya Rekening | Luhut Geram Gantungan Baju Pun Impor

[POPULER MONEY] Cara Daftar BLT UMKM bagi yang Tak Punya Rekening | Luhut Geram Gantungan Baju Pun Impor

Whats New
Ada BLT UMKM Tahap II, Ini Syarat hingga Cara Mendapatkannya

Ada BLT UMKM Tahap II, Ini Syarat hingga Cara Mendapatkannya

Whats New
BPK Tanggapi Pernyataan Benny Tjokro dalam Persidangan Kasus Jiwasraya

BPK Tanggapi Pernyataan Benny Tjokro dalam Persidangan Kasus Jiwasraya

Whats New
DPR Sebut Kenaikan Cukai Bisa Tingkatkan Peredaran Rokok Ilegal

DPR Sebut Kenaikan Cukai Bisa Tingkatkan Peredaran Rokok Ilegal

Whats New
Mendag: Industri Halal Topang Kinerja Neraca Dagang Indonesia

Mendag: Industri Halal Topang Kinerja Neraca Dagang Indonesia

Whats New
Satgas PEN: Bergerak Bersama, Jangan Buang Waktu Pertentangkan Covid-19

Satgas PEN: Bergerak Bersama, Jangan Buang Waktu Pertentangkan Covid-19

Whats New
Perusahaan Asuransi Ini Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia

Perusahaan Asuransi Ini Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X