Anggota DPR Ini Sebut Program Modal Usaha KKP Tak Nyata

Kompas.com - 06/02/2020, 20:02 WIB
Rapat Dengar Pendapat (RDP) KKP bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Kamis (6/2/2020). Rapat membahas soal penangkapan kapal ilegal dan pemberian modal usaha kepada nelayan. KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYARapat Dengar Pendapat (RDP) KKP bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Kamis (6/2/2020). Rapat membahas soal penangkapan kapal ilegal dan pemberian modal usaha kepada nelayan.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota komisi IV DPR RI fraksi partai PDI Perjuangan, Sutrisno menyebut salah satu program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), tak hanya.

Hal itu setalah KKP meminta tambahan anggaran sebesar Rp 3 triliun untuk mencapai target penyaluran modal usaha di sektor kelautan dan perikanan tahun 2020.

Namun, permintaan tambahan anggaran itu dikritisi oleh beberapa anggota DPR, salah satunya Sutrisno.

Ia mengatakan, DPR hendaknya menunda dulu usulan tambahan modal yang diinginkan KKP setidaknya hingga terlihat realisasi penyaluran tahun 2020.

Baca juga: Waspada Penipuan Berkedok Wedding Organizer, Ini Cara Menghindarinya

"Usul saya adalah tunda dulu usulan tambahan modal. Kita tunggu bagaimana realisasinya di 2020 karena program enggak nyata. Yang paling nyata, petani garam rakyat berkomitmen enggak akan produksi garam rakyat tahun 2020. Ini ujug-ujug menganggarkan biaya modal petani garam Rp 101,5 miliar," kata Sutrisno di Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Adapun target penyaluran dana bergulir pada 2020 adalah sebesar Rp 725 miliar, dengan rincian Rp 340,75 miliar untuk perikanan tangkap, Rp 217,5 miliar untuk budidaya, Rp 101,5 miliar untuk usaha garam rakyat, dan Rp 65,25 miliar pengolah dan pemasar ikan.

Sutrisno mengatakan, seharusnya dana kelolaan LPMUKP yang masih ada sekitar Rp 1 triliun bisa dimanfaatkan. Sehingga tidak perlu meminta tambahan anggaran untuk sementara waktu.

"Sekarang minta tambahan modal sekitar Rp 3 triliun. Yang kemarin saja masih cukup dari dana Rp 1 triliun," tegasnya.

Baca juga: Layanan SMS dan Telepon Diperkirakan Akan Punah Pada 2022

Sebagai informasi, KKP melalui LPMUKP telah mendapat alokasi anggaran modal usaha untuk sektor kelautan dan perikanan sejak tahun 2017.

Tahun 2017, realisasi penyaluran Rp 11,12 miliar. Kemudian, tahun 2018 LPMUKP kembali mendapat alokasi sebesar Rp 850 miliar dengan realisasi Rp 215,7 miliar diberikan kepada 8.475 pelaku usaha.

Sementara itu, realisasi alokasi anggaran tahun 2019 berkisar Rp 182,5 miliar untuk 3.937 pelaku usaha. Dalam kurun waktu 2017-2019, LPMUKP telah menyalurkan Rp 409,3 miliar bagi 13.037 pelaku usaha KP.

Distribusi penyaluran paling banyak untuk sektor perikanan tangkap Rp 144,75 miliar, diikuti oleh perikanan budidaya Rp 190,65 miliar, serta pengolah dan pemasar hasil perikanan sebesar Rp 58,14 miliar.

Baca juga: Saat Kekecewaan Korban Jiwasraya Tumpah...



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Agar THR Tidak Cepat Habis, Simak Tips Atur Keuangan Saat Ramadhan dan Lebaran

Agar THR Tidak Cepat Habis, Simak Tips Atur Keuangan Saat Ramadhan dan Lebaran

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Belanja Ramadhan dan Lebaran Anti Boros, Cek Promo di 6 Marketplace Ini

Belanja Ramadhan dan Lebaran Anti Boros, Cek Promo di 6 Marketplace Ini

Spend Smart
LPS Buka Opsi Bebaskan Premi Penjaminan Perbankan, ini Syaratnya

LPS Buka Opsi Bebaskan Premi Penjaminan Perbankan, ini Syaratnya

Whats New
IHSG Bakal Lanjutkan Penguatan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Bakal Lanjutkan Penguatan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
[TREN SOSBUD KOMPASIANA] Setop Pernikahan di Bawah Umur | Uniknya Kulkas jadi Perpustakaan | 'Community Pantry' di Filipina

[TREN SOSBUD KOMPASIANA] Setop Pernikahan di Bawah Umur | Uniknya Kulkas jadi Perpustakaan | "Community Pantry" di Filipina

Rilis
Bijak Belanjakan THR, Cek Jadwal Promo dan Cara Dapatkan Cashback dari ShopBack

Bijak Belanjakan THR, Cek Jadwal Promo dan Cara Dapatkan Cashback dari ShopBack

Whats New
Daftar 11 Orang Kaya Pemilik Bank Swasta Besar di Indonesia

Daftar 11 Orang Kaya Pemilik Bank Swasta Besar di Indonesia

Whats New
Erick Thohir: Sudah Saatnya Kita Ambil Peran Memelihara Bumi

Erick Thohir: Sudah Saatnya Kita Ambil Peran Memelihara Bumi

Whats New
Pelaku Usaha Ganti Kembalian Uang dengan Permen, Kemendag: Itu Tidak Boleh, Laporkan!

Pelaku Usaha Ganti Kembalian Uang dengan Permen, Kemendag: Itu Tidak Boleh, Laporkan!

Whats New
Kenalan dengan Bintarti, 'Kartini' Bidang Teknik di Blue Bird

Kenalan dengan Bintarti, "Kartini" Bidang Teknik di Blue Bird

Whats New
Jadi Orang Terkaya RI, Apa Saja Bisnis Hartono Bersaudara?

Jadi Orang Terkaya RI, Apa Saja Bisnis Hartono Bersaudara?

Whats New
Lindungi Hak Konsumen, Kemendag Bakal Keluarkan Kebijakan Baru Terkait Garansi

Lindungi Hak Konsumen, Kemendag Bakal Keluarkan Kebijakan Baru Terkait Garansi

Whats New
Ingin Belanja Online di Instagram? Perhatikan Hal Ini agar Tidak Tertipu

Ingin Belanja Online di Instagram? Perhatikan Hal Ini agar Tidak Tertipu

Whats New
Mau Coba Bisnis Franchise Chiclin? Ini Modal dan Cara Daftarnya

Mau Coba Bisnis Franchise Chiclin? Ini Modal dan Cara Daftarnya

Smartpreneur
komentar di artikel lainnya
Close Ads X