Kompas.com - 11/02/2020, 19:35 WIB
Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin saat diperkenalkan Presiden RI, Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Joko Widodo melantik 12 orang wakil menteri Kabinet Indonesia Maju. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOWakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin saat diperkenalkan Presiden RI, Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Joko Widodo melantik 12 orang wakil menteri Kabinet Indonesia Maju.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menceritakan pengeluaran bulanannya lebih banyak untuk membayar layanan aplikasi berbayar Spotify hingga iCloud, daripada layanan Telkom.

Ia menyebutkan, perkembangan zaman mendorong terjadinya disrupsi model bisnis. Oleh karenanya, ia menekankan pentingnya transformasi perusahaan untuk mengantisipasi kerugian yang disebabkan oleh disrupsi.

"Yang selalu saya tanyakan (ke perusahaan negara), apakah mereka sudah siap menghadapi perubahan, atau bahasa saya infleksi peradaban yang mengubah industri mereka," ujarnya di Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Baca juga: Wamen BUMN Sebut Pendapatan Telkom Stagnan, Mengapa?

Mantan Direktur Utama PT Inalum itu bahkan menyinggung pendapatan PT Telekomunikasi Indonesia yang tumbuh cenderung stagnan.

Sementara itu, pada saat yang bersamaan anggaran belanja modal perusahaan atau capex terus tumbuh.

"Telkom Indonesia, perusahaan besar profit di atas Rp 20 triliun, tapi revenue-nya flattening, EBITDA margin decreasing (menurun), capex-nya untuk 3G, 4G, 5G, 6G increasing (melonjak)," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Besok, Buruh Demo Lagi di DPR Tolak Omnibus Law

Pria yang juga sempat menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri itu bahkan mengakui bahwa ia mengeluarkan uang yang lebih besar untuk aplikasi yang membutuhkan jaringan Telkom ketimbang untuk Telkom sendiri.

Berdasarkan pengakuannya, ia mengeluarkan uang sebesar Rp 1,5 juta setiap bulannya untuk menggunakan layanan Telkom.

Sementara itu, pria yang akrab disapa BGS itu itu bisa merogoh kocek hingga Rp 3 juta per bulan untuk menikmati aplikasi-aplikasi berbayar seperti Spotify.

Baca juga: Perombakan BUMN Berlanjut, Erick Thohir Ganti Bos Bahana

"Saya bayar ke perusahaan-perusahaan yang berdiri di atas infrastruktur mereka (Telkom), itu mungkin Rp 2-3 juta per bulan. Saya pelanggan Spotify yang sangat baik, saya pakai Google Drive, saya punya iCloud, kadang kadang kalau stres main Candy Crush," tuturnya.

Dengan demikian, BGS meminta kepada seluruh perusahaan pelat merah untuk bertansformasi sehingga tidak merugi ketika menghadapi perkembangan zaman.

"Kita sebagai BUMN harus terus amati, kalau terjadi titik perubahan peradaban manusia mulai teramati, sebagai businessman kita harus antisipasi," ucapnya.

Baca juga: Punya Nilai SKD Sama, Ini Aturan Peserta CPNS Bisa Ikut Tes SKB



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.