DJKN Catat Transaksi Lelang Rp 85,9 Triliun pada 2015-2019

Kompas.com - 28/02/2020, 16:32 WIB
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara ( DJKN) Kementerian Keuangan RI mencatat transaksi lelang menunjukkan tren peningkatan dalam 5 tahun terakhir dari 2015-2019.

Tercatat, total frekuensi penyelenggaraan Ielang dalam periode 2015-2019 sebanyak 282.441 kali, dengan nilai total pokok transaksi Ielang sebesar Rp 85,9 triliun.

Dari total transaksi Ielang tersebut, negara mendapatkan penerimaan sejumlah Rp 6.48 triliun yang terdiri atas PNBP (Bea Lelang) Rp 1,98 triliun, PPh Rp 849,4 miliar, BPHTB (untuk daerah) Rp497,3 millar, dan hak negara/daerah dari penjualan barang rampasan milik negara/daerah Rp 3.154 triliun. 

Baca juga: Ditjen Pajak Lelang Online Mobil Sitaan, Harga Mulai Rp 43,3 Juta

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata mengatakan, capaian tersebut diperoleh karena DJKN melakukan perbaikan lelang melalui proses pelaksanaannya dengan memanfaatkan teknologi.

"Dengan dukungan teknologi, saat ini pelaksanaan Ielang telah mengalami transformasi dan cara konvensional dengan kehadiran peserta (face to face) menjadi tanpa kehadiran peserta melalui situs," kata Isa di Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Sejalan, pokok lelang nasional dari periode 2010-2019 mengalami tren peningkatan. Tren peningkatan pokok lelang nasional yang paling signifikan terjadi pada 2019 dengan nominal Rp 27.707 miliar, melampaui target sebesar Rp 27.075 miliar.

Padahal di tahun 2018, tren lelang hanya sebesar Rp 18.364 miliar. Kendati demikian, tren tersebut juga meningkat dari target sebesar Rp 16.500 miliar.

Direktur Lelang DJKN Lukman Effendi mengatakan, tren tersebut tercapai karena DJKN melakukan pendekatan melalui bisnis, tak hanya pendekatan sebagai tugas dan fungsinya semata. Salah satunya melakukan rapat koordinasi dengan perbankan tiap semester.

"Kita langsung masuk ke perbankan. Tiap semester sejak 2016 melakukan rapat koordinasi dengan perbankan tentang bagaimana meningkatkan aset-aset penjualan. Jadi kami melakukan koordinasi, kalau melaksanakan lelang semata itu tak akan pernah naik," sebut Lukman.

Dia juga mengaku telah melakukan edukasi kepada perbankan. Perbankan diminta untuk melakukan pemasaran dan berkoordinasi dengan nasabah yang memiliki barang-barang tersebut.

"Mereka (perbankan) harus lakukan pemasaran. Mereka kita minta koordinasi dengan nasabah hingga dia ikhlas menjual. Sehingga ini ada unsur bisnisnya," pungkasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stafsus Erick Thohir: Hampir Semua Negara “Bertempur” Mencari PCR

Stafsus Erick Thohir: Hampir Semua Negara “Bertempur” Mencari PCR

Whats New
[POPULER MONEY] Luhut Tetap Ingin Tuntut Said Didu | Jumlah Paten China Kalahkan AS

[POPULER MONEY] Luhut Tetap Ingin Tuntut Said Didu | Jumlah Paten China Kalahkan AS

Whats New
Bill Gates Prediksi AS Benar-benar Terbebas dari Virus Corona Pada Tahun 2021

Bill Gates Prediksi AS Benar-benar Terbebas dari Virus Corona Pada Tahun 2021

Whats New
Kadin Usul Pemerintah Bantu Bayar THR Karyawan

Kadin Usul Pemerintah Bantu Bayar THR Karyawan

Whats New
Wastafel Portabel Produksi BLK Lembang Mulai Didistribusikan

Wastafel Portabel Produksi BLK Lembang Mulai Didistribusikan

Whats New
Kemenhub Godok Aturan soal Pengendalian Mudik 2020

Kemenhub Godok Aturan soal Pengendalian Mudik 2020

Whats New
1,2 Juta Pekerja Dirumahkan dan PHK, Menaker Minta Pengusaha Cari Solusi Lain

1,2 Juta Pekerja Dirumahkan dan PHK, Menaker Minta Pengusaha Cari Solusi Lain

Whats New
BAZNAS Salurkan Infak Biaya Asuransi untuk 17.000 Relawan Gugus Tugas Covid-19

BAZNAS Salurkan Infak Biaya Asuransi untuk 17.000 Relawan Gugus Tugas Covid-19

Whats New
Pemerintah Alihkan Dana Desa hingga Rp 24 Triliun untuk BLT

Pemerintah Alihkan Dana Desa hingga Rp 24 Triliun untuk BLT

Whats New
Siap-siap, Pemerintah Bakal Guyur 250.000 Ton Gula ke Pasar

Siap-siap, Pemerintah Bakal Guyur 250.000 Ton Gula ke Pasar

Whats New
DANA Ajak Penggunanya Mendata Warung, Untuk Apa?

DANA Ajak Penggunanya Mendata Warung, Untuk Apa?

Whats New
Dukung Pembatasan Sosial, PGN Terapkan Catat Meter Mandiri dan Dorong Pembayaran Daring

Dukung Pembatasan Sosial, PGN Terapkan Catat Meter Mandiri dan Dorong Pembayaran Daring

Whats New
Bank dan Leasing Sudah Mulai Terima Keringanan Kredit Nasabah

Bank dan Leasing Sudah Mulai Terima Keringanan Kredit Nasabah

Whats New
Demi Penanganan Corona, Sri Mulyani Tunda Pencairan Anggaran Proyek Infrastruktur Kurang Prioritas

Demi Penanganan Corona, Sri Mulyani Tunda Pencairan Anggaran Proyek Infrastruktur Kurang Prioritas

Whats New
Pemilik Djarum Masih Jadi Orang Terkaya RI versi Forbes 2020

Pemilik Djarum Masih Jadi Orang Terkaya RI versi Forbes 2020

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X