Soal Karyawan Meninggal Diduga karena Virus Corona, Ini Komentar BNI

Kompas.com - 18/03/2020, 18:22 WIB
Logo BNI. Shutterstock/RafapressLogo BNI.

JAKARTA, KOMPAS.com -  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) masih melakukan indetifikasi terkait kabar meninggalnya seorang karyawannya yang diduga terjangkit virus corona.

Direktur Human Capital dan Kepatuhan BNI Bob Tyasika Ananta menyebutkan, penyebab kematiannya masih diperiksa oleh petugas kesehatan yang berwenang dan belum diketahui penyebabnya.

“Kami tidak dapat berandai-andai terkait penyebab kematian seseorang. Informasi yang valid mengenai penyebab kematiannya ada pada pihak yang berwenang,” kata Bob dalam siaran resmi, Kamis (18/3/2020).

Baca juga: BNI Konfirmasi Seorang Pegawainya Positif Terkena Virus Corona

Hingga saat ini, BNI juga tengah memantau perkembangan pegawainya yang tengah dirawat di rumah sakit. Para pegawai yang sakit tersebut berada pada status yang berlainan, yaitu 1 orang Suspect Covid-19 dan 1 orang berstatus Positif Covid-19.

“Sebagai langkah antisipasi, kami telah melaksanakan langkah-langkah peningkatan sanitasi gedung di lokasi yang menjadi tempat kedua pegawai tersebut bekerja sehari-hari," ujarnya.

Lebih lanjut, selama proses sanitasi tersebut dilaksanakan, kantor BNI tempat karyawan yang diduga terkena Covid-19 ditutup sementara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara untuk operasional pelayanan kepada masyarakat dialihkan ke kantor-kantor cabang terdekat.

Program peningkatan sanitasi pada lingkungan kerja juga merupakan langkah penanganan Covid-19 yang telah dimulai di beberapa kantor BNI dalam seminggu terakhir ini.

Baca juga: Absen karena ODP Corona, Pekerja Swasta Harus Dapat Gaji Full

Salah satunya adalah dengan menyemprotkan cairan disinfektan yang dapat menurunkan tingkat penyebaran Covid-19.

BNI juga terus menjalankan proses menekan penyebaran virus Corona dengan berbagai cara di kantor-kantor cabang.

Hal itu dilakukan dengan pengukuran suhu tubuh setiap akan memasuki kantor cabang BNI dan menyebar hand sanitizer di banyak lokasi di sekitar lokasi banking hall.

BNI juga mendukung program pemerintah melalui social distancing, yaitu dengan melakukan penyesuaian sistem kerja termasuk di antaranya melalui work from home (WFH).

"Langkah ini kami laksanakan bukan hanya untuk melindungi pegawai, tetapi juga melindungi nasabah, serta secara optimal tetap memberikan pelayanan kepada nasabah," sebutnya.

Sebagai informasi, beredar kabar di media sosial bahwa seorang pegawai BNI yang dalam satus orang dalam pengawasan (ODP) meninggal dunia.

Disebutkan yang bersangkutan Rabu lalu masih komite. Namun izin pulang karena tidak enak badan dan batuk. Setelah itu kondisinya makin memburuk dan masuk ICU hingga meninggal.

Baca juga: CIMB Niaga Benarkan Satu Karyawannya Positif Corona

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.