Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tahun Ini Masih Jadi Waktu yang Tepat untuk Beli Rumah?

Kompas.com - 18/04/2020, 08:07 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Pagebluk virus corona (Covid-19) yang merebak di Indonesia membuat aktivitas masyarakat harus dibatasi.

Pemerintah pun masih mengkaji larangan mudik Lebaran. Dalam kondisi aktivitas lebih banyak di dalam rumah, ada baiknya bijak mengelola dana yang sebelumnya disiapkan untuk berbagai keperluan hari raya.

Menurut Marine Novita, Country Manager Rumah.com, di saat pagebluk virus corona seperti sekarang ini, lebih baik masyarakat tidak mudik dan bisa menggunakan dananya secara bijak untuk hal lain yang bermanfaat dalam jangka panjang.

Baca juga: Tips dan Untung Rugi Membeli Rumah Lewat Over Kredit

Dana tersebut dapat digunakan untuk misalnya menambah tabungan dan investasi, dana darurat atau membeli rumah.

"Alih-alih membelanjakan THR dan dana lainnya untuk kebutuhan konsumtif seputar Ramadan dan Lebaran, sebaiknya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan primer, pangan, sandang dan papan," ujar Marine dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/4/2020).

Apalagi, imbuh dia, berdasarkan Rumah.com Indonesia Property Market Index Q1 2020, pasar properti di tahun 2020 akan menjadi buyers’ market atau saat yang tepat bagi konsumen untuk membeli properti.

Secara historikal, setiap bulan Ramadhan dari tahun ke tahun penjualan properti relatif cenderung turun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Baca juga: Harga Properti Mahal, Bisnis Kos-kosan Menggeliat

Pola ini terbentuk dari kebiasaan para calon pembeli yang akan menunda melakukan transaksi hingga satu bulan setelah Lebaran, dan akan polanya akan naik lagi hingga mendekati tahun baru.

"Apalagi seperti saat ini sedang berlangsung pandemi corona, maka penjualan properti akan semakin turun dibandingkan periode Ramadhan sebelumnya," terang Marine.

Tren pasar properti yang siklikal ini, menurut Marine, bisa dimanfaatkan para pencari properti untuk mendapatkan rumah dengan harga terbaik.

Pada periode ini, pasar properti akan berpihak kepada pembeli. Dengan begitu, daya tawar dari pengembang cenderung lebih lemah terhadap pembeli, baik itu pembeli untuk ditinggali maupun pembeli untuk investasi.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com