2 BUMN Pertahanan Sanggup Produksi Ventilator Pasien Virus Corona

Kompas.com - 26/04/2020, 17:48 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengecek purwarupa ventilator buatan PT DI dan PT Pindad di Kota Bandung, Jumat (24/4/2020). Humas Pemprov JabarGubernur Jabar Ridwan Kamil mengecek purwarupa ventilator buatan PT DI dan PT Pindad di Kota Bandung, Jumat (24/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyebut Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) di sektor pertahanan siap memproduksi alat medis ventilator untuk membantu penanganan pasien covid-19.

Ventilator merupakan alat bantu pernapasan yang vital dibutuhkan dalam penanganan pasien covid-19. Kebutuhan alat medis ini sangat tinggi sementara suplainya terbatas," ungkap Trenggono dalam keterangannya, Minggu (26/4/2020).

"Saya selama ini aktif mendorong pabrik milik BUMN yang berada di klaster National Defence and Hightech Industries (NDHI) ikut produksi ventilator,” kata dia lagi.

Kata dia, saat ini sudah ada dua BUMN strategis yang memiliki kompetensi untuk memproduksi ventilator secara massal. Keduanya yaitu PT Pindad (Persero) dan PT Dirgantara Indonesia (Persero).

Baca juga: BUMN Akan Produksi Ventilator

Pihaknya juga memastikan pemerintah lewat kementeriannya, siap jadi pembeli ventilator produksi BUMN pertahanan untuk kebutuhan penanganan wabah virus corona.

"Kementerian Pertahanan akan pastikan membeli produk buatan BUMN ini agar kita tak telat bergerak dan menjadi pemenang dalam melawan Covid-19," kata Trenggono.

Menurut dia, industri dalam negeri Indonesia bisa mencontoh apa yang dilakukan Amerika Serikat (AS). Fasilitas produksi perusahaan otomotof di Negeri Paman Sam itu dialihkan sementara untuk membuat ventilator.

Trenggono juga mencontohkan, Isral Israel Aerospace Industries (IAI) yang selama ini dikenal sebagai manufaktur dirgantara dan persenjataan, diminta pemerintah memproduksi alat-alat kesehatan selama pandemi corona.

Baca juga: Selain Garuda Indonesia, BUMN Ini Juga Pangkas Gaji Karyawannya

Sementara itu Dirut Pindad Abraham Mose mengatakan, sesuai dengan arahan dari Kementerian pertahanan dan Kementerian BUMN dimana dalam Kondisi Luar Biasa (KLB) akan mengerahkan kemampuan dan sumber daya perusahaan.

Diungkapkan Abraham, perusahaannya telah memproduksi peralatan kesehatan yang sangat diperlukan seperti ventilator, tabung oksigen, masker ruang operasi, bilik disinfektan dan lainnya.

"Pindad sudah membuat Ventilator Pumping Machine, di mana berfungsi sebagai alat bantu pernapasan untuk pasien-pasien yang mengalami gagal napas," kata Abraham.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X