Terdampak Virus Corona, Rolls-Royce PHK 9.000 Pegawai

Kompas.com - 20/05/2020, 16:14 WIB
Pesawat Boeing 787 nomor penerbangan AI139 dari maskapai Air India, terbang dari New Delhi dan mendarat di Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv, Israel, Kamis (22/3/2018) dengan melintasi wilayah udara Arab Saudi untuk pertama kalinya. (AFP/ Jack Guez) Pesawat Boeing 787 nomor penerbangan AI139 dari maskapai Air India, terbang dari New Delhi dan mendarat di Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv, Israel, Kamis (22/3/2018) dengan melintasi wilayah udara Arab Saudi untuk pertama kalinya. (AFP/ Jack Guez)

LONDON, KOMPAS.com - Rolls-Royce, perusahaan pemasok mesin pesawat, mengumumkan bakal memangkas setidaknya 9.000 pegawainya di seluruh dunia.

Adapun jumlah pegawai Rolls-Royce mencapai 52.000 orang di seluruh dunia. Rolls-Royce juga membuka kemungkinan menutup pabrik, guna beradaptasi dengan pasar penerbangan yang lebih kecil pasca wabah virus corona.

Dilansir dari Reuters, Rabu (20/5/2020), Rolls-Royce memasok mesin utuk pesawat berbadan lebar, termasuk Boeing 787 dan Airbus A350.

Baca juga: Rolls-Royce PHK 200 Pegawai Tingkat Manajerial

Rolls-Royce menerima pembayaran dari maskapai berdasarkan jam terbang. Artinya, pendapatan Rolls-Royce akan terdampak anjloknya industri penerbangan yang diprediksi terjadi beberapa tahun.

"Ini adalah tentang menyesuaikan kapasitas kita untuk memenuhi permintaan di masa mendatang," ujar CEO Rolls-Royce Warren East dalam wawancara dengan BBC Radio.

Rolls-Royce menggantungkan separuh dari pendapatannya pada industri penerbangan. Pihak Rolls-Royce menyatakan, pemutusan hubungan kerja ( PHK) sebagian besar dilakukan pada pegawai di unit bisnis penerbangan sipil.

PHK karyawan tersebut setara dengan 17 persen dari jumlah pegawai Rolls-Royce. Dengan kebijakan itu, Rolls-Royce bisa menghemat biaya sebesar 1,59 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 23,3 triliun (kurs Rp 14.716 per dollar AS).

Baca juga: Rolls Royce Lirik Investasi di Batam

Di samping itu, kebijakan PHK karyawan ini juga memungkinkan Rolls-Royce menurunkan belanja pada sektor lain, seperti pabrik, properti, dan biaya modal.

Kantor pusat Rolls-Royce berada di Derby, Inggris dan sekitar dua pertiga posisi pekerjaan bsinis penerbangan sipilnya berbasis di Inggris.

Konsultasi dengan serikat pekerja tengah dilakukan. Adapun sekitar 700 juta poundsterling penghematan biaya akan datang dari pengurangan jumlah karyawan.



Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X