Perbaikan KAI: Kontroversi Kala Jonan Menggusur Pedagang Stasiun

Kompas.com - 29/06/2020, 08:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama Ignasius Jonan begitu melekat sebagai sosok yang mengubah wajah PT Kereta Api Indonesia (Persero). Pria asal Surabaya ini memimpin BUMN kereta itu pada periode tahun 2009-2014.

Banyak perubahan signifikan sepanjang kepemimpinannya di KAI. Jonan yang lama berkarir di sektor industri keuangan ini mewariskan sejumlah perbaikan layanan penumpang yang sampai saat ini masih bisa dirasakan.

Kendati demikian, mengubah wajah KAI juga bukan hal yang mudah. Di awal-awal masa jabatannya sebagai Dirut KAI, Jonan seringkali disebut sebagai pemimpin bertangan besi yang tak lepas dari kontroversi. Demo mahasiswa hingga penolakan pedagang stasiun seolah makanan sehari-seharinya di periode awal di KAI.

Dilansir dari Harian Kompas, 28 Mei 2013, salah satu kericuhan paling diingat di era Jonan yakni saat KAI menggusur puluhan kios pedagang di Stasiun Duri, Jakarta Barat.

Baca juga: Ignasius Jonan Bakal Jadi Komisaris Unilever Indonesia

Beberapa orang yang menolak penggusuran melempari petugas dengan botol, batu, dan kayu. Aksi mereka kemudian dihalau aparat kepolisian, tetapi massa tetap melempari petugas.

Petugas terus mendesak, dan beberapa orang yang melawan mulai mundur lalu beralih ke rel stasiun. Petugas akhirnya melepaskan tembakan gas air mata. Massa terus beraksi sambil membakar sebuah meja di atas rel. Akibatnya, Stasiun Duri ditutup selama beberapa jam.

Kepala Humas PT KAI Daop I Sukendar Mulya menegaskan, hanya ada 77 kios yang tercatat resmi menyewa kepada PT KAI. Mereka membayar uang sewa ke Senior Manajemen Aset PT KAI atau Kepala Stasiun Duri sebagai perwakilan. Selebihnya adalah kios tidak resmi.

Semua kios yang resmi itu pun masa kontraknya sudah habis. ”Tujuh kios telah habis (kontraknya) pada Februari 2013, sedangkan yang lainnya berakhir lebih awal,” ujar Sukendar.

Baca juga: Perjalanan Jonan, Dirut KAI yang Tidur di Gerbong, Dua Kali Jadi Menteri, Lalu Komisaris

Penertiban kios sendiri terjadi di puluhan stasiun lainnya. Paling sering dilakukan di sepanjang jalur KRL Stasiun Kota-Bogor. Banyak yang mendukung langkah manajemen KAI, banyak pula yang menolak.

Sebanyak 25 kios dan lapak pedagang kaki lima di Stasiun Juanda ditertibkan KAI beberapa hari sebelumnya. Penertiban tersebut dilakukan untuk sterilisasi stasiun dan persiapan pemakaian pintu dan tiket elektronik pada 1 Juni 2013.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Green Banking' Dinilai Bisa Jaga Ketahanan Perbankan, Seperti Apa Perannya?

"Green Banking" Dinilai Bisa Jaga Ketahanan Perbankan, Seperti Apa Perannya?

Whats New
Koperasi Pasar Induk Cipinang Bantah Kementan soal Stok Beras Melimpah

Koperasi Pasar Induk Cipinang Bantah Kementan soal Stok Beras Melimpah

Whats New
Indonesia Ekspor 25 Ton Tuna Loin Senilai Rp 5 Miliar ke Thailand

Indonesia Ekspor 25 Ton Tuna Loin Senilai Rp 5 Miliar ke Thailand

Whats New
Luhut Minta Kementerian hingga BUMD Kurangi Belanja Impor

Luhut Minta Kementerian hingga BUMD Kurangi Belanja Impor

Whats New
Hari Listrik Nasional Ke-77, Momentum Dorong Kelanjutan Transisi Energi

Hari Listrik Nasional Ke-77, Momentum Dorong Kelanjutan Transisi Energi

Whats New
Lewat Perlindungan Jaminan Sosial, BPJS Ketenagakerjaan Ingin Tingkatkan Harkat dan Martabat Komedian

Lewat Perlindungan Jaminan Sosial, BPJS Ketenagakerjaan Ingin Tingkatkan Harkat dan Martabat Komedian

Whats New
Restrukturisasi Kredit Diperpanjang, Perbankan dan Pemerintah Perlu Waspadai Debitur Nakal

Restrukturisasi Kredit Diperpanjang, Perbankan dan Pemerintah Perlu Waspadai Debitur Nakal

Whats New
Mengenal Papan Ekonomi Baru yang Bakal Diluncurkan BEI Pekan Depan

Mengenal Papan Ekonomi Baru yang Bakal Diluncurkan BEI Pekan Depan

Whats New
Sandiaga: Tak Perlu Diperdebatkan Lagi, Kebaya Budaya Luhur Bangsa Indonesia

Sandiaga: Tak Perlu Diperdebatkan Lagi, Kebaya Budaya Luhur Bangsa Indonesia

Whats New
Soal Program Bagi-bagi Rice Cooker, Kementerian ESDM: Ini Bukan Saingan Kompor Listrik

Soal Program Bagi-bagi Rice Cooker, Kementerian ESDM: Ini Bukan Saingan Kompor Listrik

Whats New
Lowongan Kerja KAI Services untuk Lulusan SMA, Simak Persyaratannya

Lowongan Kerja KAI Services untuk Lulusan SMA, Simak Persyaratannya

Work Smart
BLT BBM Tahap II Segera Cair, Simak Cara Cek Daftar Penerimanya

BLT BBM Tahap II Segera Cair, Simak Cara Cek Daftar Penerimanya

Whats New
Dinilai Berdedikasi Tinggi, Mentan SYL Terima Anugerah Korpri Award 2022

Dinilai Berdedikasi Tinggi, Mentan SYL Terima Anugerah Korpri Award 2022

Whats New
OJK Catat Aset Industri Keuangan Non-bank Tembus Rp 3.026 Triliun, Tumbuh 8,55 Persen

OJK Catat Aset Industri Keuangan Non-bank Tembus Rp 3.026 Triliun, Tumbuh 8,55 Persen

Whats New
UMP 2023 di Pulau Jawa Telah Ditetapkan, Ini Daftarnya

UMP 2023 di Pulau Jawa Telah Ditetapkan, Ini Daftarnya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.