Ekonom: Resesi Singapura Tak akan Guncang Perekonomian Indonesia

Kompas.com - 15/07/2020, 18:35 WIB
Ikon wisata Singapura, Taman Merlion di distrik Marina Bay yang biasanya ramai dipadati turis terlihat sepi, Sabtu sore (11/04/2020). Hanya terlihat segelintir warga yang sedang berlari sore. Untuk melawan pandemi corona terutama kasus infeksi domestik yang melonjak, Singapura mengumumkan kebijakan circuit breaker atau separuh lockdown sejak Selasa (07/04/2020). Warga diminta berdiam diri di rumah dan hanya keluar untuk keperluan darurat atau esensial seperti berbelanja atau membeli makanan. Berolahraga masih diizinkan jika dilakukan sendiri atau dengan penghuni serumah dan jarak minimal 1 meter dijaga antara individu ke individu KOMPAS.com/ ERICSSEN Ikon wisata Singapura, Taman Merlion di distrik Marina Bay yang biasanya ramai dipadati turis terlihat sepi, Sabtu sore (11/04/2020). Hanya terlihat segelintir warga yang sedang berlari sore. Untuk melawan pandemi corona terutama kasus infeksi domestik yang melonjak, Singapura mengumumkan kebijakan circuit breaker atau separuh lockdown sejak Selasa (07/04/2020). Warga diminta berdiam diri di rumah dan hanya keluar untuk keperluan darurat atau esensial seperti berbelanja atau membeli makanan. Berolahraga masih diizinkan jika dilakukan sendiri atau dengan penghuni serumah dan jarak minimal 1 meter dijaga antara individu ke individu

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah optimistis dampak resesi Singapura tidak akan membahayakan ekonomi dalam negeri.

Mengutip Kontan.co.id, Rabu (15/7/2020), komponen utama produk domestik bruto (PDB) Indonesia-Singapura berbeda. Hal itu membuat resesi di SIngapura tak merembet ke Indonesia.

“Kita tidak perlu terlalu khawatir akan dampak resesinya Singapura,” kata Piter, Rabu (15/7/2020).

Menurut Piter, kontraksi ekonomi atau resesi selama pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) sebenarnya merupakan kewajaran. Hal tersebut terjadi hampir di semua negara.

Baca juga: Fakta Seputar Resesi Parah yang Melanda Singapura

Terutama negara-negara yang sangat bergantung kepada ekspor seperti Singapura. Karenanya, perlambatan ekonomi dunia langsung berdampak ke perekonomian mereka.

Sementara itu, perekonomian Indonesia lebih bergantung kepada konsumsi rumah tangga. Sepemantauan Piter, selama pandemi, konsumsi mengalami penurunan tetapi tidak terlalu besar.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Karena konsumsi khususnya barang primer masih tetap ada. Sehingga perekonomian walaupun terkontraksi tidak akan sangat dalam seperti Singapura,” ujar Piter.

Kendati demikian, Piter bilang Indonesia diperkirakan akan masuk dalam zona resesi pada tahun 2020. Piter meramal kontraksi ekonomi akan terjadi pada kuartal II-III 2020, bahkan bisa berlanjut ke kuartal IV-2020. Sebab, selama pandemi masih berlangsung kontraksi ekonomi sulit dielakkan.

Baca juga: Resesi, Ekonomi Singapura Kuartal II Menyusut 12,5 Persen

Proyeksi CORE, di tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level minus 2 persen.

Prediksinya, pada kuartal II-2020 antara minus 4 persen sampai dengan minus 5 persen. Sementara, kuartal III-2020 minus 2 persen sampai dengan minus 3 persen. Selanjutnya, di kuartal IV-2020 sekitar minus 1 persen sampai dengan 2 persen.

“Sekarang ini semua negara diambang resesi, utamanya karena wabah. Indonesia juga diambang resesi, akibat jatuhnya konsumsi dan investasi, juga akibat resesi ekonomi global jadi bukan karena Singapura resesi. Kita kan tidak terlalu bergantung kepada ekspor,” kata Piter.

Informasi saja, pada Selasa (14/7/2020) Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura (MTI) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Singapura mengalami kontraksi sebesar 41,2 persen di kuartal II-2020. Pencapaian tersebut anjlok untuk kedua kalinya setelah di kuartal I-2020 juga kontraksi 3,3 persen.

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Ekonom Core optimistis dampak resesi Singapura tak guncang ekonomi Indonesia



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X