Kompas.com - 20/07/2020, 18:01 WIB
Penjualan hewan kurban di Mall Hewan Kurban Haji Doni di Depok, Senin (13/7/2020).  Di mall hewan kurban ini menjual 1000 ekor kambing boer dan 2000 an sapi berbagai jenis. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPenjualan hewan kurban di Mall Hewan Kurban Haji Doni di Depok, Senin (13/7/2020). Di mall hewan kurban ini menjual 1000 ekor kambing boer dan 2000 an sapi berbagai jenis.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaku industri peternakan sapi mengakui adanya penurunan daya beli di momentum menjelang Idul Adha tahun ini.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Rochadi Tawaf menjelaskan kondisi penjualan sapi menjelang Idul Adha tahun ini permintaannya tinggi tetapi daya belinya melemah.

"Sapi yang beratnya di bawah 350 kg laku, sementara yang di atas 400 rada seret penjualannya," jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (20/7/2020).

Baca juga: Dirut Pupuk Indonesia: Kami Masih Berjalan Baik, Tidak Ada PHK

Lebih jelasnya permintaan naik sekitar 15 persen untuk sapi yang beratnya di bawah 350 kg dengan harga di kisaran Rp 20 juta. Oleh karenanya, pedagang lebih memilih berjualan sapi kecil dibandingkan sapi dengan ukuran yang besar.

Rochadi menjelaskan lebih lanjut, ada sejumlah kendala yang harus dihadapi konsumen yakni ada sejumlah masjid yang tidak menerima titipan kurban sehingga hewan kurban harus dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Hal ini memang sejalan dengan anjuran pemerintah untuk melakukan pemotongan hewan di RPH.

Baca juga: Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang IV Dibuka Akhir Juli

"Namun kendalanya volume pemotongan hewan terbatas di RPH," jelas Rochadi.

Kendala lainnya, lebaran Idul Adha tahun ini jatuh di hari Jumat sehingga waktu pemotongannya lebih pendek.

Menurut pantauan Rochadi di minggu ini, pedagang harap-harap cemas karena penjualan yang tidak semoncer tahun lalu karena efek pandemi Corona. Namun demikian, Rochadi berharap biasanya di minggu akhir penjualan akan meningkat.

Baca juga: Ada Pelatihan Gratis untuk UMKM, Segera Daftar

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Subsidi Listrik 450 VA Dicabut, Negara Hemat Rp 22 Triliun

Subsidi Listrik 450 VA Dicabut, Negara Hemat Rp 22 Triliun

Whats New
Simak Cara Membuat NPWP Online, Mudah dan Cepat

Simak Cara Membuat NPWP Online, Mudah dan Cepat

Work Smart
[TREN LOVE KOMPASIANA] Move On Bukan Berarti Melupakan | Kriteria Pasangan Hidup, Good Looking atau Good Attitude?

[TREN LOVE KOMPASIANA] Move On Bukan Berarti Melupakan | Kriteria Pasangan Hidup, Good Looking atau Good Attitude?

Rilis
 Dukung Petani, Kementan Siapkan Stok Pupuk Subsidi 3 Kali Lipat

Dukung Petani, Kementan Siapkan Stok Pupuk Subsidi 3 Kali Lipat

Whats New
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Kapal di Gresik

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Kapal di Gresik

Whats New
Dukung Puasa Tetap Aman dan Nyaman, ShopeePay Hadirkan 'Super Online Deals'

Dukung Puasa Tetap Aman dan Nyaman, ShopeePay Hadirkan "Super Online Deals"

Whats New
Erick Thohir Hingga Sri Mulyani Digugat di PN Jakpus, Ini Perkaranya

Erick Thohir Hingga Sri Mulyani Digugat di PN Jakpus, Ini Perkaranya

Whats New
Menko Airlangga: Praktik Korupsi Terbukti Menghambat Laju Investasi

Menko Airlangga: Praktik Korupsi Terbukti Menghambat Laju Investasi

Rilis
Mudik Lebaran Dilarang, KAI Masih Jual Tiket Kereta Hingga 30 April

Mudik Lebaran Dilarang, KAI Masih Jual Tiket Kereta Hingga 30 April

Whats New
Garam Klungkung Bali Tembus Pasar AS, Omzet Penjual Capai Rp 100 Juta Per Bulan

Garam Klungkung Bali Tembus Pasar AS, Omzet Penjual Capai Rp 100 Juta Per Bulan

Smartpreneur
BCA Syariah Jalin Kerja Sama dengan Kemenag Untuk Kelola Dana Layanan Haji

BCA Syariah Jalin Kerja Sama dengan Kemenag Untuk Kelola Dana Layanan Haji

Rilis
LMKN: Tarif Royalti Musik dan Lagu di Indonesia Sudah Sangat Rendah

LMKN: Tarif Royalti Musik dan Lagu di Indonesia Sudah Sangat Rendah

Whats New
Luhut Minta KPK Pelototi Setiap Mega Proyek Pemerintah

Luhut Minta KPK Pelototi Setiap Mega Proyek Pemerintah

Whats New
Selama Ramadhan, KAI Izinkan Penumpang Sahur dan Buka Puasa di Kereta

Selama Ramadhan, KAI Izinkan Penumpang Sahur dan Buka Puasa di Kereta

Whats New
Ada 20 Perusahaan Dalam Proses IPO di BEI, Sektor Konsumer Paling Banyak

Ada 20 Perusahaan Dalam Proses IPO di BEI, Sektor Konsumer Paling Banyak

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X