Siapkan Dana Pendidikan Anak dalam Setahun, Perhatikan 5 Hal Ini

Kompas.com - 29/07/2020, 15:41 WIB
Ilustrasi pendidikan untuk anak-anak ThinkstockIlustrasi pendidikan untuk anak-anak

JAKARTA, KOMPAS.com - Terkait pendidikan untuk anak, sekolah negeri masih menjadi favorit masyarakat Indonesia.

Namun, kenyataannya, tidak semua anak bisa lulus seleksi untuk melanjutkan pendidikan di sekolah negeri. Sehingga, orang tua dihadapkan pada pilihan yang berat, antara menunda pendidikan anak hingga tahun ajaran berikutnya atau menyekolahkan anak di sekolah swasta.

Jika ingin melanjutkan pendidikan di sekolah swasta, tentunya dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sehingga, ada saja orang tua yang terpaksa harus berutang.

Baca juga: Begini Cara Siapkan Dana Pendidikan Anak dengan Tabungan Emas

Bagaimana cara menyiapkan dana pendidikan anak untuk setahun ke depan? 

Dalam laporan resminya, Rabu (29/7/2020), Krizia Maulana, Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menyebut ada lima hal yang harus diperhatikan orang tua.

1. Siapkan sejak hari ini

Setiap tahun, inflasi atau kenaikan biaya pendidikan cukup tinggi. Saat ini inflasi pendidikan ada di kisaran 15 persen per tahun.

"Dengan semakin menantangnya proses seleksi masuk sekolah negeri, orang tua sebaiknya harus benar-benar menyiapkan dana pendidikan anak mulai hari ini. Semakin ditunda, kemungkinan untuk memiliki dana pendidikan yang cukup juga akan semakin kecil," ujar Krizia.

Akibatnya, orang tua mungkin akan menyekolahkan anaknya dengan beban bunga utang yang cukup besar. Padahal, setiap orang tua pasti sudah tahu rentang waktu yang dimilikinya, dari saat ini hingga waktu pendaftaran anaknya akan memasuki jenjang SD, SMP, SMA, hingga kuliah.

Baca juga: Menilik Besaran Anggaran Pendidikan di 2 Periode Jokowi

2. Berapa dana yang harus disisihkan setiap bulan?

Biaya masuk sekolah untuk tingkat SD hingga SMA beragam. Namun, untuk masuk sekolah yang bagus saat ini membutuhkan biaya mulai dari Rp 20 juta hingga Rp 50 juta hanya untuk uang pangkal.

Sementara iuran per bulan mulai dari Rp1,5 juta. Bila sebut saja biaya inflasi berkisar 15 persen, dengan uang pangkal Rp 20 juta kita harus mempersiapkan uang pangkal sekolah paling tidak sebesar Rp 23 juta untuk tahun depan.

"Tambahkan juga biaya alat tulis beserta perlengkapannya, tas hingga sepatu sekolah, yang berkisar Rp 1 juta, sehingga total kita membutuhkan tak kurang dari Rp 24 juta untuk biaya sekolah tahun depan," ungkap Krizia.

 

3. Menentukan instrumen investasi yang tepat

Besarnya biaya sekolah sudah bisa diprediksi, kemudian waktu pendaftaran pun telah diketahui.

"Langkah berikutnya adalah menentukan instrumen investasi yang tepat untuk menyimpan dana kita, sehingga kita bisa tenang saat membayar biaya sekolah buah hati tercinta," terang Krizia.

Biaya sekolah adalah biaya yang tidak dapat diganggu gugat, yang harus ada saat kita membutuhkannya. Oleh karena itu, kita harus menempatkannya di instrumen investasi yang tepat.

Baca juga: Inilah Alasan Pentingnya Asuransi Pendidikan Anak

Reksa dana pasar uang bisa menjadi pilihan. Selain fluktuasi harganya yang sangat rendah, reksa dana pasar uang imbal hasilnya cukup kompetitif dibandingkan produk konvensional seperti tabungan atau deposito.

"Keunggulan lainnya reksa dana pasar uang adalah likuid, bukan objek pajak, dan tanpa biaya, kita bebas keluar masuk tanpa dikenai biaya sepeser pun," ungkap Krizia.

4. Manfaatkan jika ada keringanan dari sekolah

Dengan asumsi satu tahun ke depan kita membutuhkan biaya Rp 24 juta, artinya setiap bulan kita harus menyisihkan Rp 2 juta per bulan.

"Jumlah yang cukup besar, namun dengan menyiapkannya saat ini, jauh lebih baik ketimbang kita siapkan menjelang hari pendaftaran, yang belum tentu kita sudah memiliki dana yang cukup di saat itu," papar Krizia.

Sebagai catatan, meski tahun ajaran baru berlangsung tahun depan, sekolah swasta favorit umumnya sudah mulai membuka pendaftaran dari bulan Desember 2020. Adapun uang pangkal harus dibayarkan paling tidak dua minggu setelah siswa diterima.

Namun ada juga sekolah yang memberikan keringanan biaya uang pangkal dengan skema cicilan hingga periode tertentu. Jangan malu untuk memanfaatkannya jika ada tawaran seperti ini.

Baca juga: Gaji Rata-rata Pekerja RI Berdasarkan Jenjang Pendidikan, SD sampai S1

 

5. Disiplin dengan tujuan

Belajar dari kejadian sekarang, di mana cukup banyak juga orang tua yang harus menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta karena tidak diterima di sekolah negeri, serta melihat alur waktu pendidikan dari SD hingga universitas, seharusnya orang tua bisa lebih menyiapkan biaya pendidikan anak.

"Kuncinya adalah perencanaan cash flow yang tepat, menempatkan dana pada instrumen yang bisa melawan inflasi, dan semakin dini semakin baik, artinya supaya ada waktu untuk mengembangkan dana seoptimal mungkin," ungkap Krizia.

Untuk itu, ketahui dengan pasti, kapan anak akan sekolah atau naik ke jenjang yang lebih tinggi. Ini sangat penting, karena mempengaruhi cash flow alias arus kas rumah tangga.

"Untuk masuk sekolah, butuh uang pangkal, biarpun bayarnya sekali namun jumlahnya cukup besar. Kemudian masih ada lagi iuran bulanan dengan jumlah yang lebih kecil, namun rutin dan ada kemungkinan naik setiap tahunnya," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X