Pekerja Farmasi dan Kesehatan Tuntut Aturan soal Insentif Direvisi

Kompas.com - 30/07/2020, 16:12 WIB
Ruang isolasi pasien Covid-19 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda, Kaltim, Senin (27/1/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONRuang isolasi pasien Covid-19 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda, Kaltim, Senin (27/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan (FSP Farkes) mendesak pemerintah melalui Kementerian Kesehatan untuk melakukan revisi Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 392 Tahun 2020.

Ketua Umum FSP Farkes Idris Idham menyebutkan, dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor 278 Tahun 2020 ataupun perubahannya KMK No. 392 Tahun 2020 terdapat diskriminatif terkait siapa yang mendapat insentif tenaga kesehatan.

Dalam KMK itu menyebutkan bahwa yang mendapat insentif adalah tenaga kesehatan. Padahal, pekerja di bagian administrasi, staf lain, dan cleaning service juga termasuk yang bekerja di RS.

"Dan mereka pun bekerja di dalam zona merah seperti IGD, ruang isolasi Covid-19. Pekerja ini pun punya risiko yang sama dengan tenaga kesehatan lain yang bekerja dalam satu unit di zona merah," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2020).

Baca juga: Ini Kelompok Pelanggan PLN yang Dapat Insentif Listrik hingga Akhir Tahun

"Kemudian mereka tidak mendapatkan apa-apa setelah bekerja dengan penuh kecemasan dan risiko yang sama dengan tenaga kesehatan lain," tambah Idris.

Pihak meminta pemerintah segera menyelesaikan masalah itu.

"Supaya pekerja rumah sakit seperti administrasi, staf lain, dan cleaning service yang sama langsung berhadapan dengan pasien Covid-19 dalam zona merah mendapatkan hak yang sama," katanya.

Pihaknya juga meminta kepada pemerintah melalui instansi di bawahnya yang berkaitan langsung dengan proses verifikasi insentif karena ini mengambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar bisa transparansi dalam hal memberikan informasi mengenai insentif untuk pekerja yang bekerja langsung menangani pasien Covid-19. 

Baca juga: Kemenkeu: Implementasi Insentif Gaji Karyawan Bebas Pajak Masih Ada Kendala




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X