Kompas.com - 10/08/2020, 13:06 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menjabarkan tentang fintech di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (17/7/2019). MURTI ALI LINGGAKetua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menjabarkan tentang fintech di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (17/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memantau telah ada beberapa indikator yang membaik di pasar modal Indonesia. Hal ini menunjukkan, kepercayaan investor telah kembali pulih di masa pandemi Covid-19, meski masih jauh dari kondisi normal.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan, kepercayaan yang membaik salah satunya dipengaruhi oleh serangkaian kebijakan pre-emptive yang telah dikeluarkan OJK sejak awal Maret 2020.

"Sehingga kami rasakan, di pasar modal mulai recover secara gradual, kini dapat kita rasakan dampaknya di pasar modal," kata Wimboh dalam acara HUT ke-43 Pasar Modal secara virtual, Senin (10/8/2020).

Baca juga: OJK: Kinerja Pasar Saham Membaik sejak Dua Minggu Lalu

Wimboh mengemukakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak stabil di level 5.000 ke atas. IHSG pada Jumat pekan lalu ditutup di level 5.143,89.

Level itu jauh lebih baik setelah tanggal 24 Maret sempat tersungkur di level 3.937 atau terkontraksi 37 persen dari posisi akhir tahun.

Meski, IHSG masih menurun 0,11 persen month to date/mtd) dan tumbuh negatif 18,34 persen sepanjang 2020 (year to date/ytd).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Capital outflow pun terpantau menurun. Secara gradual, pasar obligasi mulai kembali menguat (yield menurun 36,6 persen Ytd)," ujar Wimboh.

Selanjutnya, arus modal keluar (capital outflow) dari investor asing (non residen) mulai terpantau berkurang.

"Sejak bulan Juni kemarin terjadi recovery. Dan kami menyadari stabilitas sektor keuangan memegang peranan kunci untuk menyukseskan proses pemulihan ekonomi yang kita harapkan bisa solid dan cepat," ucap Wimboh.

Baca juga: HUT ke-43 Pasar Modal, Dirut BEI Beberkan Capaiannya

Informasi saja, serangkaian kebijakan yang dikeluarkan OJK untuk pasar modal, antara lain pelarangan short selling, buyback saham tanpa RUPS dalam kondisi pasar berfluktuasi signifikan, dan perubahan batasan auto rejection menjadi asymmetric.

Selanjutnya ada perubahan batasan trading halt, serta penyesuaian sesi perdagangan di pre-opening.

Berbagai kebijakan relaksasi turut dikeluarkan bekerjasama dengan pemerintah, seperti relaksasi pemenuhan prinsip keterbukaan, relaksasi kewajiban penyampaian pelaporan, stimulus bagi industri pengelolaan investasi, restrukturisasi, penjaminan UMKM dan korporasi, penempatan dana dari pemerintah, dan subsidi bunga.

Baca juga: OJK Setujui Kookmin Bank Jadi Pemegang Saham Pengendali Bank Bukopin



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[TREN WISATA KOMPASIANA] 10 Destinasi di Kota Vancouver Kanada | Menggapai Atap Dunia, Everest Base Camp | Fenomena Hotel Kasino di Las Vegas Strip

[TREN WISATA KOMPASIANA] 10 Destinasi di Kota Vancouver Kanada | Menggapai Atap Dunia, Everest Base Camp | Fenomena Hotel Kasino di Las Vegas Strip

Rilis
Impor Alkes Capai Rp 150 Triliun, Bahlil Ajak Investor Asing Masuk Sektor Kesehatan

Impor Alkes Capai Rp 150 Triliun, Bahlil Ajak Investor Asing Masuk Sektor Kesehatan

Whats New
SNV Indonesia Kampanyekan Pentingnya Prokes pada Kelompok Rentan

SNV Indonesia Kampanyekan Pentingnya Prokes pada Kelompok Rentan

Rilis
Investigasi Dugaan Kebocoran Data, BRI Life Jamin Keamanan Polis Nasabah

Investigasi Dugaan Kebocoran Data, BRI Life Jamin Keamanan Polis Nasabah

Whats New
Bahlil: Investasi dari AS, Australia, dan Korsel Bakal Masuk Tahun Ini

Bahlil: Investasi dari AS, Australia, dan Korsel Bakal Masuk Tahun Ini

Whats New
Pemerintah Sebut Investasi Besar Bakal Masuk ke Kalimantan Utara

Pemerintah Sebut Investasi Besar Bakal Masuk ke Kalimantan Utara

Whats New
Kementerian PUPR Tambah Fasilitas RS di Yogyakarta

Kementerian PUPR Tambah Fasilitas RS di Yogyakarta

Rilis
Agar Ekowisata Berkembang, 10.000 Bibit Bakau Ditanam di Mandalika

Agar Ekowisata Berkembang, 10.000 Bibit Bakau Ditanam di Mandalika

Rilis
Bantu Warga Terdampak PPKM, Pengusaha Peduli NKRI Kembali Galang Donasi

Bantu Warga Terdampak PPKM, Pengusaha Peduli NKRI Kembali Galang Donasi

Rilis
BCA Buka Banyak Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

BCA Buka Banyak Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Cara Daftar Prakerja Gelombang 18

Cara Daftar Prakerja Gelombang 18

Whats New
KSPSI Bareng Polri Gelar Vaksinasi Gratis untuk Buruh, Simak Jadwalnya

KSPSI Bareng Polri Gelar Vaksinasi Gratis untuk Buruh, Simak Jadwalnya

Whats New
Startup Tanijoy Diduga Gelapkan Uang 430 Lender Senilai Rp 4,5 Miliar

Startup Tanijoy Diduga Gelapkan Uang 430 Lender Senilai Rp 4,5 Miliar

Whats New
Perhimpunan Pemberi Pinjaman Tanijoy Berencana Selesaikan Masalah Lewat Jalur Hukum

Perhimpunan Pemberi Pinjaman Tanijoy Berencana Selesaikan Masalah Lewat Jalur Hukum

Whats New
Saingi Nelayan Asing, KKP Izinkan Kapal Pukat Ikan Beroperasi di Perbatasan

Saingi Nelayan Asing, KKP Izinkan Kapal Pukat Ikan Beroperasi di Perbatasan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X