Luhut Klaim Pemerintah Sudah Bisa Kendalikan Penyebaran Covid-19

Kompas.com - 19/08/2020, 14:18 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan saat melakukan video conferrence di ruang kerjanya, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Dokumentasi Humas Kemenko Kemaritiman dan InvestasiMenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan saat melakukan video conferrence di ruang kerjanya, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim, pemerintah sudah bisa mengendalikan penyebaran Covid-19.

Menurutnya, hanya dalam kurun waktu tiga bulan, pemerintah mampu mengendalikan penyebaran virus yang telah menginfeksi lebih dari 100.000 orang di Indonesia.

"Dalam kurun waktu yang singkat, setelah tiga bulan kita mengalami tekanan yang begitu besar dalam Covid-19. Sekarang juga mulai kelihatan, kita bisa mengendalikan Covid-19," ujarnya, dalam diskusi virtual di Jakarta, Rabu (19/8/2020).

Baca juga: Luhut: Stok Jalan Naik 1 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Naik 8,8 Persen

Lebih lanjut Luhut menjelaskan, meski pemerintah sudah kembali membuka berbagai sektor perekonomian sejak beberapa bulan lalu, namun kehati-hatian masih jadi prioritas utama sampai saat ini.

"Kita masih sangat berhati-hati dalam penanganan ini," katanya.

Selain itu, Luhut berharap masa sulit akibat pandemi Covid-19 dapat segera berlalu, dengan tengah dikembangkannya vaksin dari virus tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Harapannya, vaksin tersebut sudah mulai dapat digunakan awal tahun depan.

"Kita berharap vaksin Covid-19 itu akan segera kita temukan atau dapat digunakan pada awal tahun depan," ujar dia.

Baca juga: Luhut: Percayalah Pemerintah Memberikan yang Terbaik buat Rakyat

Sementara waktu, Luhut memastikan berbagai kebijakan stimulus pemerintah telah dikucurkan, guna menjaga perekonomian di tengah penyebaran Covid-19. Pencairan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) juga disebut terus berjalan.

"Masalah stimulus ekonomi maupun APBN sudah berjalan secara searah, dan pencairannya sudah benar," kata dia.

Senada dengan Luhut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam operasional berbagai sektor, khususnya transportasi masal, guna mengedepankan kehati-hatian.

"Artinya kita sebagai stakeholders, kita harus memikirkan kesehatan menghadapi dan berteman dengan Covid harus menjadi bagian besar," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Inilah para Pemenang Kompasiana Awards 2021

Inilah para Pemenang Kompasiana Awards 2021

Rilis
Perdagangan Internasional: Definisi Ekspor Impor dan Faktor Pendorong

Perdagangan Internasional: Definisi Ekspor Impor dan Faktor Pendorong

Whats New
50 Tahun Menikah, Luhut Beberkan Tips Pernikahan Awet

50 Tahun Menikah, Luhut Beberkan Tips Pernikahan Awet

Whats New
Ketika Mata Uang China Laris Manis dan Resmi Berlaku di Era Majapahit

Ketika Mata Uang China Laris Manis dan Resmi Berlaku di Era Majapahit

Whats New
BNI Smart City Hadir di Surakarta, Apa Saja yang Ditawarkan?

BNI Smart City Hadir di Surakarta, Apa Saja yang Ditawarkan?

Rilis
Menhub Minta Layanan di Pelabuhan Tanjung Priok Dipercepat, Ini Caranya

Menhub Minta Layanan di Pelabuhan Tanjung Priok Dipercepat, Ini Caranya

Whats New
Di Kompasianival 2021 Gita Wirjawan Berikan Catatan agar Ekonomi dan UMKM Membaik

Di Kompasianival 2021 Gita Wirjawan Berikan Catatan agar Ekonomi dan UMKM Membaik

Rilis
Kapal KM Bandar Lestari Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Ini Penjelasan Kemenhub

Kapal KM Bandar Lestari Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Ini Penjelasan Kemenhub

Whats New
Anak Usaha Krakatau Steel Ingin Perluas Usaha ke Kawasan Industri Medan

Anak Usaha Krakatau Steel Ingin Perluas Usaha ke Kawasan Industri Medan

Rilis
Bertemu dengan Dubes Hungaria, Sandiaga Uno Bahas Peluang Kerja Sama Sektor Perfilman

Bertemu dengan Dubes Hungaria, Sandiaga Uno Bahas Peluang Kerja Sama Sektor Perfilman

Rilis
Maman Suherman dan 'Mice' Ceritakan Kebahagiaan saat Kolaborasi 'Bahagia Bersama' di Kompasianival 2021

Maman Suherman dan "Mice" Ceritakan Kebahagiaan saat Kolaborasi "Bahagia Bersama" di Kompasianival 2021

Rilis
Perkuat Aksi Iklim, RI dan Korea Selatan Perluas Kerja Sama

Perkuat Aksi Iklim, RI dan Korea Selatan Perluas Kerja Sama

Rilis
Mengapa Negara Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

Mengapa Negara Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

Whats New
Dampak Negatif Perdagangan Internasional dan Langkah Mengatasinya

Dampak Negatif Perdagangan Internasional dan Langkah Mengatasinya

Whats New
Bagaimana Aturan dan Cara Menghitung Gaji Part Time?

Bagaimana Aturan dan Cara Menghitung Gaji Part Time?

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.