Luhut: Stok Jalan Naik 1 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Naik 8,8 Persen

Kompas.com - 19/08/2020, 13:14 WIB
Kewenangan untuk mengelola wilayah laut sampai 12 mil, sesuai UU Potensi Pendapatan Daerah yang diajukan pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) membuahkan hasil. KOMPAS.COM/HADI MAULANAKewenangan untuk mengelola wilayah laut sampai 12 mil, sesuai UU Potensi Pendapatan Daerah yang diajukan pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) membuahkan hasil.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya peranan transportasi darat dalam perekonomian nasional.

Transportasi darat dinilai mampu mendongkrak pergerakan roda perekonomian Indonesia.

Luhut mengatakan, hasil studi yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menunjukkan, perkembangan infrastruktur jalan akan mampu mendongkrak pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional secara signifikan.

Baca juga: Luhut Mau Permudah Dokter Asing Buka Praktik di Indonesia

"Kenaikan stok jalan sebesar 1 persen akan menaikkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8,8 persen," katanya dalam diskusi virtual, Rabu (19/8/2020).

Oleh karena itu, Luhut menekankan, pemerintah berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan jalan di berbagai daerah.

Menurut dia, konektivitas antarwilayah menjadi kunci bagi perkembangan sektor manufaktur ataupun jasa.

"Pemerintah Indonesia memandang sangat penting membangun infrastruktur jalan, baik dalam bentuk investasi pemerintah maupun investasi swasta, dalam proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha," ujarnya.

Baca juga: Luhut: Percayalah Pemerintah Memberikan yang Terbaik buat Rakyat

Selain pembangunan jalan, pemerintah juga berencana mengembangkan infrastruktur transportasi massal, seperti kereta api.

Lebih lanjut, Luhut mencontohkan, Jabodetabek sebagai sentral perekonomian nasional akan mampu menghemat hingga ratusan triliun rupiah, apabila kualitas transportasi massal dapat terus ditingkatkan.

"Kita dapat menghemat Rp 40 triliun dari biaya operasi kendaraan bermotor, dan Rp 60 triliun dalam waktu perjalanan. Nilai tersebut setara dengan 4 persen dari produk domestik regional bruto Jabodetabek," tuturnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X