Startup Pajak Asal Indonesia Menang di Kompetisi Alibaba

Kompas.com - 31/08/2020, 11:29 WIB
CEO HiPajak, Tracy Tradia memperkenalkan aplikasi HiPajak di Jakarta, Rabu (29/1/2020). ISTIMEWACEO HiPajak, Tracy Tradia memperkenalkan aplikasi HiPajak di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkembangan perusahaan rintisan digital atau startup Indonesia kian menunjukkan keunggulan dan kemampuannya untuk bersaing di ajang internasional. Salah satunya, HiPajak, platform digital yang dibuat untuk memudahkan pengelolaan pajak penghasilan bagi wajib pajak orang pribadi non karyawan.

Startup buatan anak Indonesia ini mendapatkan juara pertama, sekaligus sebagai peserta favorit dalam kompetisi internasional Alibaba Global E-Commerce Talent (GET) Challenge 2020.

Adapun HiPajak dikembangkan di bawah naungan PT Investa Hipa Teknologi, dengan tim yang terdiri dari Tracy Tardia, Ricky Kurniawan dan Anissa Martriani.

Baca juga: TikTok Tak Bisa Dijual Tanpa Persetujuan Pemerintah China

CEO and Co-Founder Investa Hipa Teknologi, Tracy Tardia mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik kemenangan dalam kompetisi tingkat global tersebut. Menurutnya, ini sekaligus menjadi kado bagi Indonesia yang baru saja memasuki usia kemerdekaan ke-75 tahun.

"Kami berharap prestasi ini dapat memompa semangat teman-teman generasi milenial untuk terus menciptakan solusi digital dan memajukan Indonesia, terutama di tengah masa pandemi Covid-19 seperti saat ini,” ungkap Tracy dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (31/8/2020).

Ia menjelaskan, HiPajak dikembangkan untuk menyediakan solusi efektif serta memfasilitasi berbagai kebutuhan terkait pajak penghasilan.

Baca juga: Siap-siap, Subsidi Gaji Rp 600.000 Ditransfer ke 3 Juta Rekening Minggu Ini

Aplikasi digital ini berisi fitur-fitur yang mengutamakan kemudahan pengelolaan pajak khususnya bagi para Wajib Pajak Orang Pribadi non-karyawan, penggiat usaha mikro, UMKM, dan para pekerja di sektor industri kreatif.

Tracy mengatakan, lewat HiPajak pihaknya ingin menghilangkan kesan bahwa mengurus pajak itu sulit dan ribet, tetapi sebaliknya. Sehingga diharapkan kesadaraan para wajib pajak untuk melaksanakan kewajibannya dapat ditingkatkan.

"Tingginya kesadaran wajib pajak ini akan sangat membantu dalam meningkatkan pendapatan pajak negara dan percepatan pembangunan nasional,” kata dia.

Baca juga: Subsidi Gaji, Menaker: Pekerja Tidak Harus Buka Rekening di Bank BUMN

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X