Jaga Rupiah, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan Tetap 4 Persen

Kompas.com - 17/09/2020, 15:02 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia (BI). SHUTTERSTOCKIlustrasi Bank Indonesia (BI).

Faktor pertama adalah kondisi neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2020 ini yang kembali mencatat surplus. Neraca perdagangan surplus sebesar 2,33 miliar dolar AS, setelah pada bulan sebelumnya mencatat surplus 3,24 miliar dolar AS.

Dengan perkembangan tersebut, secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Agustus 2020 mencatat surplus 11,05 miliar dolar AS, meningkat signifikan dari sebelumnya yang mengalami defisit 2,06 miliar dolar AS secara tahunan (yoy).

Kemudian, defisit transaksi berjalan diperkirakan lebih rendah, didukung oleh membaiknya ekspor di tengah rendahnya permintaan ekspor seiring belum kuatnya permintaan domestik.

Baca juga: BI Pastikan Ikut Mekanisme Bagi-bagi Beban hingga 2022

Aliran modal asing pada kuartal III 2020 tercatat masuk (net inflow) sebesar 0,13 miliar dollar AS. Namun pada dua minggu pertama September 2020, aliran modal asing tercatat keluar (net outflow) sebesar 0,75 miliar dollar AS.

Lalu, posisi cadangan devisa hingga Akhir agustus 2020 meningkat menjadi 137,0 miliar dollar AS. Angka ini setara dengan pembiayaan 9,4 bulan impor atau 9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri.

"Angka ini juga berada di atas standar kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor. Ke depan, defisit transaksi berjalan (CAD) diprediksi tetap rendah di bawah 1,5 persen dari PDB sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal," papar Perry.

Selanjutnya, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Agustus 2020 mencatat deflasi 0,05 persen secara bulanan (mtm).

Baca juga: BI: Inflasi Akhir Tahun Mengarah ke Batas Bawah 2 Persen

Sepanjang 2020, inflasi berada pada level 0,93 persen dan secara tahunan (yoy) inflasi sebesar 1,32 persen. Inflasi lebih rendah dibanding bulan sebelumnya sebesar 1,54 persen (yoy).

"Ke depan BI akan memperkuat bauran kebijakan untuk mitigasi dampak Covid-19 dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional. BI akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan koordinasi pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," pungkas Perry.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X