Relaksasi Berakhir Tahun Depan, Bagimana Prospek Perbankan Syariah?

Kompas.com - 05/10/2020, 13:47 WIB
Ilustrasi Syariah Thinkstockphotos.comIlustrasi Syariah

JAKARTA, KOMPAS.com – Stimulus relaksasi yang tertuang dalam POJK No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical akan berlaku hingga 31 Maret 2021. Lalu, bagaimana nasib perankan syariah kedepannya usai relaskasi ini berakhir?

Selama ini, kebijakan rekaksasi tersebut sangat bermanfaat terutama dalam memberikan kelonggaran kredit atau pembiayaan yang diberikan oleh bank maupun industri keuangan non-bank kepada debitur. Debitur akan diberikan penundaan sampai dengan 1 tahun dan penurunan bunga.

Namun di sisi lain, kondisi ini tentunya akan berdampak pada penumpukan kredit yang terjadi serta beban Non Performing Financing (NPF) atau ratio pembiayaan bermasalah yang berpotensi naik.

Baca juga: Hingga Agustus 2020, Bank Syariah Mandiri Catat Laba Rp 957 Miliar

 

Direktur Operasional PT Bank BRIsyariah Tbk, Fahmi Subandi mengatakan, BRI Syariah melakukan perhitungan dan analisis untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

“Kita punya analisis, kajian, hitung-hitungan dimana relaksasi ini tentu ada akhirnya. Kita berupaya meingatkan pencadangan atas potensi risiko pembiayaan dikemudian hari. Kita mengupayakan, dari sisi pencadangan untuk meningkatkan nilai coverage terhadap NPF, dengan tujuan jika relaksasi habis kita siap menghadapi risiko,” kata Fahmi dalam video konferensi, Senin (5/10/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fahmi mengatakan, kinerja BRI Syariah di bulan Juni 2020 memiliki coverage 88 persen dan hingga akhir tahun ditargetkan mencapai 100 persen. Fahmi menjelaskan, perseroan terus memantau potensi menurunnya colektibilitas kredit debitur, sembari memupuk cadangan untuk persiapan kondisi terburuk.

Baca juga: Bagaimana Konsep "Bunga" Saat Menabung di Bank Syariah?

“Kita melakukan stress test dan mengamati, (debitur) yang berada pada colektibilitas 1 atau 2, potensi kedepannya akan seperti apa. Secara internal, kita terus meningkatkan dan memupuk cadangan untuk menghadapi risiko dikemudian hari,” tegas dia.

Fahmi menjelaskan, prospek perbankan syariah ke depannya akan masih terus bertumbuh. Apalagi, perbankan syariah didukung oleh beberapa regulasi pemerintah. Misalkan saja, konsentrasi yang tidak hanya berfokus pada keuangan syariah, namun juga industri halal.

“Kita masih punya ruang untuk tumbuh yang cukup besar untuk menggarap sektor-sektor yang masih dipegang oleh perbankan konvensional. Ada industri halal, seperti dana sosial atau dana zakat yang mana peluang itu bisa ditangkap oleh perbankan syariah menjadi salah satu sumber dana kita,” jelas dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.