Pemerintah Dorong Investor Asing Tanam Investasi di Tanah Wakaf

Kompas.com - 30/10/2020, 20:05 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) mendorong investor asing untuk menanamkan modalnya di tanah wakaf yang tersedia di Indonesia.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Tarmizi Tohor mengatakan, luas tanah wakaf di Indonesia mencapai 522.517 meter persegi yang terdiri dari 390.241 titik.

"Saya sering katakan bagaimana kita bisa menarik investasi dari luar negeri, untuk bisa bekerja sama dalam pengembangan sektor ekonomi di tanah wakaf yang ada di Indonesia ini," kata

Tarmizi mengungkap, penanaman modal ini diperlukan mengingat nazir tidak memiliki banyak modal untuk mengembangkan tanah wakaf yang tersedia.

Baca juga: Potensi Wakaf di Indonesia Capai Rp 180 Triliun Per Tahun

Adapun nazir adalah pihak yang menerima harta maupun benda dari wakif (pemberi wakaf) untuk dikembangkan dan dikelola sesuai peruntukannya.

"Karena pada umumnya nazir enggak punya modal. Makanya perlu ada investor orang yang bisa bantu dalam rangka untuk mengembangkan aset-aset tanah wakaf di Indonesia ini," ucap Tarmizi.

Selain menarik investor asing, ada lima langkah strategi yang perlu diperbaiki untuk mengoptimalisasi lahan wakaf.

Lima strategi itu terdiri dari profesionalisme nazir, valuasi aset wakaf, pemanfaatan teknologi, sosialisasi literasi wakaf dengan bahasa arab dan inggris, dan pembentukan regulasi mengenai dana wakaf lintas negara.

Dalam hal profesionalisme nazir, Tarmizi mengaku banyak nazir di Indonesia belum profesional. Akibatnya, aset-aset dari wakif (pemberi wakaf) terbiarkan begitu saja tanpa tahu peruntukkannya.

Baca juga: Luhut: Krisis Pangan Global Sudah Mengintai dari Jauh

"Makanya kami terus mengadakan literasi wakaf, kami lakukan perbaikan pada kualitas nazir ini. Ke depan kalau orang ditunjuk jadi nazir ini sudah punya kompetensinya, dan tidak semua orang boleh jadi nazir karena harus mengembangkan aset jadi produktif," ucapnya.

Informasi saja, ada ribuan nazir perorangan dan 248 nazir wakaf uang. Jika dirinci, terdapat 66 persen nazir perorangan, 16 persen nazir organisasi, dan 80 persen nazir berbadan hukum.

Ada pula 22 lembaga keuangan syariah penerima wakaf uang, antara lain Mandiri Syariah, BNI Syariah, CIMB Niaga Syariah, Danamon Syariah, Bank Muamalat, Bank Jatim Syariah, BTN Syariah, Bank Syariah Bukopin, BRI Syariah, Bank BJB Syariah, dan lain-lain.

Baca juga: BI Yakin Wakaf Bisa Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepulauan Widi Milik Indonesia, KKP: Tidak Boleh Diperjualbelikan!

Kepulauan Widi Milik Indonesia, KKP: Tidak Boleh Diperjualbelikan!

Whats New
InJourney Targetkan 25.000 Pengunjung di Event F1H2O Power Boat

InJourney Targetkan 25.000 Pengunjung di Event F1H2O Power Boat

Whats New
Anjlok 3 Persen, Harga Minyak Dunia Makin Jauhi Level 90 Dollar AS

Anjlok 3 Persen, Harga Minyak Dunia Makin Jauhi Level 90 Dollar AS

Whats New
Bisakah IHSG Bangkit? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Bisakah IHSG Bangkit? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
[POPULER MONEY] Penumpang Kereta Cepat Tujuan Bandung 'Dioper' di Padalarang | Saham GOTO Kembali Sentuh ARB

[POPULER MONEY] Penumpang Kereta Cepat Tujuan Bandung "Dioper" di Padalarang | Saham GOTO Kembali Sentuh ARB

Whats New
Sederet Aksi OJK Sebelum Cabut Izin Wanaartha Life, Mulai Peringatan, PKU, Hingga Tanggapi Aduan

Sederet Aksi OJK Sebelum Cabut Izin Wanaartha Life, Mulai Peringatan, PKU, Hingga Tanggapi Aduan

Whats New
Kode Transfer BNI dan Bank Lainnya untuk Transaksi di ATM

Kode Transfer BNI dan Bank Lainnya untuk Transaksi di ATM

Whats New
Cara Top Up DANA lewat ATM BRI, EDC, BRImo, dan Internet Banking

Cara Top Up DANA lewat ATM BRI, EDC, BRImo, dan Internet Banking

Spend Smart
Perluas Segmen Nasabah Jadi Strategi BTPN Hadapi Potensi Resesi di 2023

Perluas Segmen Nasabah Jadi Strategi BTPN Hadapi Potensi Resesi di 2023

Whats New
RI-Sri Lanka Perkuat Kerja Sama Maritim dan Ekonomi Biru

RI-Sri Lanka Perkuat Kerja Sama Maritim dan Ekonomi Biru

Whats New
Pengusaha Minta Aturan Baru UMP Dibatalkan demi Cegah PHK

Pengusaha Minta Aturan Baru UMP Dibatalkan demi Cegah PHK

Whats New
Gandeng BenihBaik.com, Sido Muncul Sumbang Rp 300 Juta untuk Korban Gempa Cianjur

Gandeng BenihBaik.com, Sido Muncul Sumbang Rp 300 Juta untuk Korban Gempa Cianjur

BrandzView
Yakin RI Tak Resesi, Apindo: Pemerintah Tidur Saja Ekonomi Tumbuh 5 Persen

Yakin RI Tak Resesi, Apindo: Pemerintah Tidur Saja Ekonomi Tumbuh 5 Persen

Whats New
Direktur Operasi II Waskita Terjerat Korupsi, Stafsus Erick Thohir: Komitmen Bersih-bersih BUMN

Direktur Operasi II Waskita Terjerat Korupsi, Stafsus Erick Thohir: Komitmen Bersih-bersih BUMN

Whats New
Apa Itu Asuransi Jiwa Kredit SmartProtection Purna Bank Mantap dan Kegunaannya?

Apa Itu Asuransi Jiwa Kredit SmartProtection Purna Bank Mantap dan Kegunaannya?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.