Danareksa Perkirakan PDB Kuartal III Minus 2,48 Persen

Kompas.com - 04/11/2020, 19:03 WIB
Foto dirilis Kamis (28/4/2020), menunjukkan petugas keamanan berjalan di samping kios pedagang kaki lima yang tutup akibat merebaknya Covid-19 di atas sky bridge atau Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang di Jakarta. Imbas wabah Covid-19, gejolak pada aspek kesehatan turut merembet ke sektor ekonomi dengan sebagian besar aktivitas ekonomi di Tanah Air terhenti. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAFoto dirilis Kamis (28/4/2020), menunjukkan petugas keamanan berjalan di samping kios pedagang kaki lima yang tutup akibat merebaknya Covid-19 di atas sky bridge atau Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang di Jakarta. Imbas wabah Covid-19, gejolak pada aspek kesehatan turut merembet ke sektor ekonomi dengan sebagian besar aktivitas ekonomi di Tanah Air terhenti.

JAKARTA, KOMPAS.com - Danareksa Research Institute (DRI) dalam riset terbarunya mengenai PDB kuartal III berjudul ‘Q3 2020 GDP Outlook: Starting to Recover’, memperkirakan pertumbuhan PDB kuartal ketiga tahun 2020 akan terkontraksi yakni sebesar minus 2,48 persen YoY.

Riset menyebut, pemulihan ekonomi akan bergantung pada kepercayaan masyarakat untuk kembali ke kegiatan pra-pandemi dan harus didukung oleh ketersediaan vaksin Covid-19 yang aman dan implementasi Program PEN yang efektif.

“Pelonggaran PSBB di beberapa provinsi berdampak positif pada peningkatan mobilitas, yang selanjutnya mendorong aktivitas ekonomi,” seperti tertulis dalam riset yang diterima Kompas.com, Rabu (4/11/2020).

Baca juga: Stafsus Menkeu Prediksi Ekonomi Indonesia di Kuartal IV Tumbuh 0,31 Persen

Melonjaknya kegiatan ekonomi juga didorong oleh pelaksanaan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang cukup agresif, terutama penyaluran bantuan melalui program perlindungan sosial yang telah mampu menekan pengeluaran rumah tangga dan meningkatkan pengeluaran rumah tangga.

Sementara itu, kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi masih lemah, ditunjukkan oleh rata-rata indeks kepercayaan konsumen (IKK) triwulan III tahun 2020 sebesar 72,9, lebih rendah dari 76,6 pada triwulan II tahun 2020.

“Pelemahan IKK ini merupakan refleksi dari terbatasnya kesempatan kerja dan pemulihan kondisi ekonomi yang relatif lambat,” tulis riset DRI.

Riset menyebutkan, konsumsi rumah tangga sedikit membaik dari periode sebelumnya, meskipun tetap lemah. Perbaikan didorong oleh penjualan ritel yang lebih baik, karena rata-rata penjualan eceran meningkat 0,85 persen (Quartal on Quartal) QoQ pada triwulan III tahun 2020, Meskipun masih mengalami kontraksi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar -9,64 persen YoY.

Selain itu, penjualan mobil meningkat tajam pada kuartal ke-3 tahun 2020 (+362,15 persen QoQ), tetapi masih mengalami kontraksi dibandingkan tahun lalu (-59,30 persen YoY). Belanja pemerintah juga meningkat tajam pada triwulan III tahun 2020, sedangkan penerimaan pemerintah masih mengalami kontraksi.

Belanja pemerintah didorong oleh realisasi progam PEN yang mencapai Rp 304,63 triliun dari 43,8 persen dari anggaran Rp 695,2 triliun (per 28 September 2020). Sementara itu, penerimaan negara terus mengalami kontraksi baik penerimaan perpajakan maupun PNBP, sejalan dengan lemahnya kegiatan usaha kedua korporasi UMKM tersebut.

Investasi sedikit membaik dibandingkan triwulan sebelumnya, didorong oleh peningkatan investasi barang modal pada triwulan III tahun 2020 sebesar 14,88 persen QoQ atau -24,90 persen YoY. Selain itu, realisasi Domestic Direct Investment dan Foreign Direct Investment juga meningkat pada Triwulan III tahun 2020, masing-masing sebesar 9,08 QoQ dan 8,72 persen QoQ atau 2,15 persen YoY dan 5,27 persen YoY.

Di sisi lain, pertumbuhan ekspor dan impor tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan pada triwulan III tahun 2020, sejalan dengan lemahnya permintaan di sektor manufaktur.

Baca juga: Mentan: Ekonomi Indonesia Saat Pandemi Bergerak Karena Pertanian



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X