Daftar BUMN yang Akan Disuntik Uang Rakyat Rp 42,38 Triliun

Kompas.com - 07/11/2020, 20:05 WIB
Gedung Kementerian BUMN Dokumentasi Kementerian BUMNGedung Kementerian BUMN

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah lewat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menyuntik dana penyertaan modal negara (PMN) kepada sejumlah BUMN sebesar Rp 42,38 triliun. Rencana ini masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata menegaskan untuk bisa merealisasikan PMN pemerintah, baik Kementerian Keuangan maupun Kementerian BUMN memiliki beberapa klasifikasi.

PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI mendapatkan PMN paling banyak, yakni Rp 20 triliun.

Berikut ini daftar BUMN yang akan menerima PMN di tahun 2021 berikut dengan besarannya:

Baca juga: Daftar 17 Relawan Jokowi di Kursi Komisaris BUMN

  1. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) Rp 20 triliun
  2. PT Hutama Karya (Persero) Rp 6,2 triliun
  3. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Rp 5 triliun
  4. PT Pelindo III (Persero) Rp 1,2 triliun
  5. PT Pal Indonesia (Persero) Rp 1,28 triliun
  6. PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) Rp 977 miliar
  7. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) Rp 470 miliar

Selain BUMN, penerima dana APBN tersebut juga akan diberikan untuk satu lembaga pembiayaan di bawah Kementerian Keuangan yakni Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Exim Bank. 

Pemerintah sendiri mengklaim kalau suntikan dana APBN ke sejumlah BUMN tersebut dilakukan demi kepentingan rakyat.

Dia mencontohkan, pemerintah tahun ini memberikan injeksi modal kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebesar Rp 2,5 triliun. Pasalnya, PMN merupakan BUMN untuk menyalurkan kredit kepada pelaku usaha mikro.

Baca juga: Sepak Terjang Kang Dede, Tim Medsos Jokowi yang Jadi Komisaris BUMN

Dengan pemberian PMN tersebut harapannya bisa membantu masyarakat yang perekonomiannya tertekan akibat pandemi.

"Dikasih (PMN) itu untuk membuat BUMN bisa membantu masyarakat untuk survive, contoh PNM, itu support injeksi PNM tahun ini rencananya dua kali, Rp 1,5 triliun dan Rp 1 triliun," kata Isa.

"Itu kami lakukan karena kami meyakini PNM akan bisa membantu masyarakat survive di tengah pandemi dengan mempertahankan kegaitannya," ujar Isa lagi.

Halaman:


Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X