KILAS

Menaker Sepakat Siapkan Tenaga Kerja Kompeten dan Berdaya Saing di NTT

Kompas.com - 13/11/2020, 19:32 WIB

KOMPAS.com - Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah sepakat akan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya saing di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Hal itu diwujudkan dengan peningkatan kompetensi melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dan Pemerintah Pusat,” kata Ida saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Gubernur NTT, Jumat, (13/11/2020).

Ida menambahkan, dalam waktu dekat, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu juga akan menyerahkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang selama ini dikelola Pemprov NTT kepada Pemerintah Pusat.

Pada kesempatan yang sama, Ida juga mengunjungi Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Penempatan dan Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia Provinsi NTT.

Baca juga: Kemnaker Sebut UU Cipta Kerja Dapat Tingkatkan Produktivitas Kerja

Dalam kunjungannya itu, Ida menilai, NTT termasuk provinsi yang banyak menempatkan tenaga kerja ke luar negeri.

Namun, tidak sedikit dari mereka yang bekerja di luar negeri itu melalui prosedur yang tidak resmi.

"Oleh karenanya, pemerintah Indonesia berupaya mempermudah masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri melalui penguatan yang ada di LTSA," jelas Ida.

Upaya tersebut pun didukung dengan Undang-undang (UU) Nomor 18 tahun 2017.

Baca juga: Kemnaker Harap Peningkatan Kualitas SDM Perhotelan Bisa Kurangi Kontraksi Ekonomi di Manado

Ida menuturkan, UU tersebut memberikan pelindungan yang maksimal bagi tenaga kerja mulai dari hulu sampai hilir.

"Dengan begitu, peran pemerintah desa sangat kuat sebagai garda terdepan, desa harus bisa menjadi pusat informasi pelayanan penempatan tenaga kerja di luar negeri,"kata Ida.

Pada kesempatan tersebut, Ida juga menjelaskan beberapa program yang telah diluncurkan Pemerintah Indonesia.

"Salah satu programnya yakni jaring pengaman sosial bagi tenaga kerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dirumahkan ataupun Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang tidak bisa berangkat karena negara tujuannya masih lockdown," ujarnya.

Baca juga: Hadapi Transformasi Dunia Usaha, Kemnaker Siapkan Kurikulum Pelatihan Digital

Dengan adanya halangan itu, lanjut Ida, para pekerja akhirnya harus menunggu dengan waktu bekerja yang cukup lama. Keadaan ini bisa digunakan mereka untuk mengikuti pelatihan keterampilan.

"Siapa tahu dengan keterampilan baru mereka niat untuk membuat usaha baru, sehingga niat untuk kerja di luar negeri bisa digantikan dengan bekerja di dalam negeri," kata Ida.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.