Tahun Depan, China Beli Batu Bara Indonesia Senilai Rp 20,6 Triliun

Kompas.com - 26/11/2020, 19:23 WIB
Ilustrasi batu bara KOMPAS/ADI SUCIPTOIlustrasi batu bara

JAKARTA, KOMPAS.com - China sepakat untuk membeli 200 juta ton batu bara Indonesia pada tahun 2021.

Hal tersebut tertuang dalam perjanjian kerja sama antara Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) dengan China Coal Transportation and Distribution (CCTDA).

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi, mengatakan, pembelian batu bara tersebut nilainya mencapai 1,46 miliar dollar AS atau setara Rp 20,6 triliun (asumsi kurs Rp 14.100 per dollar AS).

Baca juga: Kurang Dari Satu Hari, Harga Bitcoin Anjlok Rp 42,3 Juta

Hasil kesepakatan tersebut diproyeksi mampu mendongkrak nilai batu bara yang sempat mengalami kelesuan di tengah pandemi Covid-19.

"Saya optimistis komoditas batubara akan kembali bergairah menyusul adanya kerja sama ini. Sebuah momen positif untuk mengembalikan realisasi produksi sesuai dengan proyeksi yang ditetapkan," ujar Agung dalam keterangan tertulis, Kamis (26/11/2020).

Agung menambahkan, kerja sama ini berawal dari hasil kunjungan kerja pemerintah Indonesia ke China yang diwakili oleh Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi beberapa bulan lalu.

"Upaya ini merupakan langkah konkrit pemerintah RI dan RRT dalam merayakan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara," kata Agung.

Sementara Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia mengatakan, kesepakatan penjualan batu bara Indonesia ke Negeri Tirai Bambu itu akan meningkatkan volume perdagangan.

Baca juga: Edhy Prabowo Belanja Barang Mewah Rp 750 Triliun di AS, Bea Masuk Belum Dibayar karena Disita KPK

"Nilai kesepakatan antara perusahaan-perusahaan yang hadir pada saat penandatanganan kerjasama adalah senilai USD1,46 miliar," kata Hendra.

Selain menyepakati kebijakan ekspor jangka panjang, sambung Hendra, kerja sama ini juga memfasilitasi para produsen batubara di Indonesia dengan pihak pembeli di China dan meningkatkan perdagangan bilateral kedua negara.

"Ini merupakan bagian dari kesepakatan untuk meningkatkan kerjasama anatara kedua negara untuk mencapai volume perdagangan 200 juta ton di tahun 2021," ucap Hendra.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X