Kemenhub Akan Perpanjang Subsidi Pajak Bandara hingga 2021

Kompas.com - 23/12/2020, 16:56 WIB
Calon penumpang pesawat berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta,Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Meski penerbangan telah kembali dibuka dengan persyaratan  seperti penumpang harus dengan memiliki hasil rapid atau PCR test negatif COVID-19, suasana di Bandara Soekarno Hatta masih terpantau sepi ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRACalon penumpang pesawat berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta,Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Meski penerbangan telah kembali dibuka dengan persyaratan seperti penumpang harus dengan memiliki hasil rapid atau PCR test negatif COVID-19, suasana di Bandara Soekarno Hatta masih terpantau sepi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan akan memperpanjang program pembebasan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) di 13 bandara Indonesia hingga 2021 mendatang. Fase pertama program ini sendiri telah berlangsung sejak 23 Oktober hingga 31 Desember 2020.

Subsidi ini dijalankan dalam rangka memberi stimulus bagi moda transportasi udara yang dihantam pandemi Covid-19. Akibat hal tersebut, penumpang pesawat udara sempat menurun drastis.

“Passenger Service Charge (PSC) (seperti) apa yang dikatakan Pak Menhub (Budi Karya Sumadi) akan kami lanjutkan (di 2021),” ujar Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto dalam konferensi pers virtual, Rabu (23/12/2020).

Baca juga: Rupiah Berhasil Bangkit, Respons Positif Reshuffle Kabinet?

Novie menjelaskan, alasan program stimulus itu dilanjutkan karena memiliki dampak positif bagi masyarakat. Hal itu terbukti dari meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi udara.

Pasalnya, dengan adanya program tersebut penumpang tak perlu membayar pajak kebandarudaraan. Dengan begitu, harga tiket pesawat bisa jadi lebih murah.

“Respons publik (terhadap stimulus itu) bagus, bisa merangsang masyarakat menggunakan transportasi udara,” kata mantan Direktur Utama PT AirNav itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diketahui, Stimulus PJP2U dan biaya kalibrasi fasilitas penerbangan ini sendiri berlaku mulai 23 Oktober hingga 31 Desember 2020. Insentif ini berlaku bagi masyarakat yang membeli tiket di 13 bandara untuk periode penerbangan sebelum 1 Januari 2021.

Adapun ke-13 bandara tersebut, yakni Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Bandara Hang Nadim (BTH), Bandara Kualanamu Medan (KNO), Bandara Bali I Gusti Ngurah Rai Denpasar (DPS), International Yogyakarta Kulon Progo (YIA), Halim Perdanakusuma Jakarta (HLP), Bandara Internasional Lombok Praya (LOP), Jenderal Ahmad Yani Semarang (SRG), Bandara Sam Ratulangi Manado (MDC).

Kemudian, Bandara Komodo Labuan Bajo (LBJ), Bandara Silangit (DTB), Bandara Banyuwangi (BWX), hingga Bandara Adi Sucipto (JOG).

Adapun total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk program insentif PJP2U di periode 23 Oktober sampai 31 Desember sebesar Rp 175,7 miliar. Sedangkan untuk insentif kalibrasi fasilitas penerbangan senilai Rp 40,8 miliar.

Baca juga: Eximbank Dapat Suntikan 200 Juta Dollar AS dari Bank Korea

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.