Kejar PNBP Rp 12 Triliun, Menteri Trenggono Ingin Tarik Pungutan Hasil Tangkap Ikan

Kompas.com - 28/01/2021, 08:30 WIB
Ilustrasi nelayan KOMPAS / IWAN SETIYAWANIlustrasi nelayan

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono berencana menaikkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor perikanan sebesar Rp 12 triliun dari Rp 600 miliar.

Menurutnya, penarikan pajak atau PNBP di sektor bahari sangat besar, mengingat produksi ikan dalam 5 tahun terakhir mencapai Rp 224 triliun. Saat ini, pihaknya masih meramu asal penarikan PNBP tersebut selain dari izin kapal yang beroperasi di laut RI.

"Apa enggak sedih (produksi mencapai) Rp 224 triliun lalu (PNBP) cuma Rp 595 miliar? Saya minta waktu, saya akan lihat semuanya sebetulnya yang terbaik seperti apa," kata Trenggono dalam Raker dengan Komisi IV DPR RI yang diakses dalam Youtube DPR RI, Kamis (28/1/2021).

Baca juga: Beda dengan Trump, Biden Bakal Naikkan Pajak untuk Orang Tajir AS

Dia berpendapat untuk menarik pungutan dari hasil tangkapan ikan yang merupakan sumber daya alam. Bagaimana pun, semua sumber daya alam ditarik pajaknya oleh pemerintah, seperti minyak atau hasil tambang.

Adapun saat ini, pelaku usaha hanya ditarik pungutan dari izin operasional kapal tahunan.

"Yang namanya ngebor minyak atau tambang, ada yang harus dibayar (ke negara). Kebetulan kita sudah investasi ke situ triliunan. Ini ngambil ikan sumber daya alam di republik kita ini, lalu kemudian hanya bayar izin kapal. Ya ini saja saya berpikirnya," ujar Trenggono.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk memonitor kapal-kapal tersebut melaut atau tidak, Trenggono mengusulkan Plt Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Muhammad Zaini untuk memasangkan IoT pada setiap kapal.

Baca juga: Menteri KKP Enggan Langsung Setop Ekspor Benih Lobster, Ini Alasannya

Tujuannya agar kapal-kapal tersebut bisa dideteksi kapan melaut dan kapan menangkap ikan. Saat pungutan ditarik, mereka tidak lagi memiliki alasan untuk tidak membayar PNBP karena kapal tidak menangkap ikan, karena produksinya bisa dimonitor dengan baik.

"Bagaimana kalau izin kapalnya dibebaskan saja? Teknologi sekarang sudah masif, pasang saja IoT di situ, pasti ketahuan dia melaut dan nangkap atau tidak. Dia mau jual (kapalnya) ke transhipment, enggak masalah. Kita klaim saja pemiliknya, kamu harus bayar 100 persen. Kita bisa monitor produksinya dia," papar Trenggono.

Namun, ini baru sekedar usulan. Dia mengaku masih harus banyak belajar dan menerima masukan dari semua pihak, termasuk masyarakat nelayan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG Dibayangi Krisis Evergrande, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Dibayangi Krisis Evergrande, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Profil Bos Evergrande Xu Jiayin, Sempat Jadi Orang Terkaya China Kini Terancam Bangkrut

Profil Bos Evergrande Xu Jiayin, Sempat Jadi Orang Terkaya China Kini Terancam Bangkrut

Whats New
[POPULER MONEY] Suyanto Gondokusumo Heran Ditagih Utang BLBI | Menaker: Subsidi Gaji Tak Ada Biaya Admin

[POPULER MONEY] Suyanto Gondokusumo Heran Ditagih Utang BLBI | Menaker: Subsidi Gaji Tak Ada Biaya Admin

Whats New
Tanggulangi Sampah, Hamish Daud dkk Ciptakan Octopus, Apa Itu?

Tanggulangi Sampah, Hamish Daud dkk Ciptakan Octopus, Apa Itu?

Whats New
Sosok Ideal Dirut Pelindo Bersatu

Sosok Ideal Dirut Pelindo Bersatu

Whats New
Cek Rincian Tarif Tol Surabaya-Madiun 2021

Cek Rincian Tarif Tol Surabaya-Madiun 2021

Spend Smart
Pelamar CPNS Tak Lolos Passing Grade, BKN: Jangan Patah Semangat

Pelamar CPNS Tak Lolos Passing Grade, BKN: Jangan Patah Semangat

Work Smart
Ditinjau Menhub, Ini Penyesuaian Jalur KRL di Stasiun Manggarai

Ditinjau Menhub, Ini Penyesuaian Jalur KRL di Stasiun Manggarai

Whats New
Kementan Pastikan Stok Jagung Aman, Capai 2,75 Juta Ton hingga 20 September 2021

Kementan Pastikan Stok Jagung Aman, Capai 2,75 Juta Ton hingga 20 September 2021

Whats New
 Syarat Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BNI Online

Syarat Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BNI Online

Spend Smart
Menhub: Jalur Layang di Stasiun Manggarai Bisa Buat Perjalanan KRL Semakin Efisien

Menhub: Jalur Layang di Stasiun Manggarai Bisa Buat Perjalanan KRL Semakin Efisien

Whats New
Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Naik 17,8 Persen Pada Agustus 2021

Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Naik 17,8 Persen Pada Agustus 2021

Whats New
Traveloka-Garuda Tawarkan Promo Tiket Pesawat, Diskon Hingga 38 Persen

Traveloka-Garuda Tawarkan Promo Tiket Pesawat, Diskon Hingga 38 Persen

Rilis
Cara Isi Saldo LinkAja Lewat Alfamart, ATM BRI, dan Bank Mandiri

Cara Isi Saldo LinkAja Lewat Alfamart, ATM BRI, dan Bank Mandiri

Spend Smart
Dekat Jembatan Merah Youtefa, Intip Penampakan Arena Dayung PON Papua

Dekat Jembatan Merah Youtefa, Intip Penampakan Arena Dayung PON Papua

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.