Lagi, KKP Lepas Liarkan 80.000 Benih Lobster Hasil Selundupan

Kompas.com - 28/01/2021, 13:48 WIB
Ilustrasi bibit lobster KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIIlustrasi bibit lobster

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali lepasliarkan 89.018 benih bening lobster (BBL) hasil sitaan di Pantai Marapalam, Nagari Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Benih lobster yang dilepasliarkan merupakan barang bukti penggagalan penyelundupan dari Kepolisian Resort Tanjung Jabung Timur (Polres Tanjabtim) Jambi.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL), TB Haeru Rahayu mengatakan, benur yang dilepasliarkan senilai Rp 8,9 miliar.

Baca juga: Menteri KKP Enggan Langsung Setop Ekspor Benih Lobster, Ini Alasannya

Benur tersebut dikemas dalam 487 kantong plastik beroksigen yang dibagi dalam 17 kotak gabus.

"Berdasarkan hasil identifikasi oleh Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (SKIPM) Jambi, diketahui benur terdiri dari 145 ekor jenis mutiara, dan 88.873 ekor jenis pasir," kata Tebe dalam siaran pers, Kamis (28/1/2021).

Adapun lokasi pelepasliaran merupakan rekomendasi Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) bersama Unit Pelaksana Teknis.

Hal ini sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020.

Sementara itu, Kepala BPSPL Padang, Mudatstsir menyampaikan, pemilihan lokasi pelepasliaran sama dengan lokasi pelepasan 401.408 benur pada Rabu tanggal 20 Januari lalu.

Baca juga: Ekspor Benur Lobster Dihentikan Sementara

Lokasi tersebut merupakan pantai substrat pasir dengan bebatuan karang yang baik.

Terumbu karang merupakan tempat mencari makan benur sekaligus pelindung dari ombak dan persembunyian dari predator.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X