Covid-19 Masih Merebak, Ini Jurus Pemerintah Jaga Inflasi

Kompas.com - 12/02/2021, 14:07 WIB
Ilustrasi shutterstock.comIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menyepakati lima langkah strategis untuk memperkuat pengendalian inflasi. Ini dilakukan untuk menjaga inflasi dalam kisaran sasaran 3,0 plus minus 1 persen pada tahun 2021.

Sasaran inflasi tersebut diharapkan bisa menjangkar pembentukan ekspektasi inflasi masyarakat ke depan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, dalam keterangan tertulis, Jumat (12/2/2021).

Strategi pertama yang akan dilakukan pemerintah ialah menjaga inflasi kelompok bahan pangan bergejolak (volatile food) dalam kisaran 3 persen - 5 persen.

Baca juga: BI: Inflasi Januari Terlalu Rendah, Harus Jadi Perhatian

Upaya tersebut akan dilakukan dengan memperkuat empat pilar strategi yang mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif (4K) di masa pandemi Covid-19.

“Selain itu, dengan menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi terutama dalam mengantisipasi kenaikan permintaan menjelang Ramadan dan Idulfitri pada bulan April dan Mei 2021 serta hari besar keagamaan nasional (HBKN) lainnya,” tutur Airlangga.

Kemudian, pemerintah pusat dan daerah akan memperkuat koordinasi dalam pengendalian inflasi melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Langkah strategis ketiga ialah, memperkuat sinergi antar kementrian dan lembaga dengan dukungan pemerintah daerah.

Lalu, pemerintah juga akan memperkuat ketahanan pangan nasional dengan meningkatkan produksi antara lain melalui program food estate serta menjaga kelancaran distribusi melalui optimalisasi infrastruktur dan upaya penanganan dampak bencana alam.

Terakhir, pemerintah berkomitmen untuk menjaga ketersediaan cadangan beras pemerintah (CBP) dalam rangka program ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH) untuk mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Airlangga mengklaim, sinergi kebijakan pemerintah dan BI melalui implementasi berbagai inovasi program yang diarahkan untuk menjaga stabilitas pasokan dan kelancaran distribusi di masa pandemi mampu menjaga inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK).

Hal tersebut terefleksikan dengan realisasi inflasi IHK tahun lalu, yang tercatat rendah sebesar 1,68 persen dan berada di bawah kisaran sasaran 3 plus minus 1 persen.

“Inflasi yang rendah tersebut dipengaruhi oleh permintaan domestik yang belum kuat sebagai dampak pandemi Covid-19 di tengah pasokan yang memadai,” katanya.

Pemerintah dan BI juga menyepakati sasaran inflasi 3 tahun ke depan sebagai tindak lanjut akan berakhirnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 124/010/2017 tentang Sasaran Inflasi Tahun 2019, Tahun 2020, dan Tahun 2021.

Sasaran inflasi tahun 2022, 2023 disepakati masing-masing sebesar 3 plus minus 1 persen dan 2,5 plus minus 1 persen pada 2024.

“Inflasi yang rendah dan stabil diharapkan bisa mendukung pemulihan perekonomian serta pertumbuhan ekonomi yang kuat,” ucap Airlangga.

Baca juga: Bos BI Optimistis Inflasi Terjaga di Kisaran 2-4 Persen Sepanjang 2021

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.