Ramai Investor Newbie Masuk Pasar Modal

Kompas.com - 23/02/2021, 19:03 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (21/5/2018). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (21/5/2018).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Siapa bilang pasar modal hanya "milik" investor tua? Kini, para investor newbie atau pemula di bawah usia 25 tahun pun kian membludak masuk ke pasar modal.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, kenaikan investor retail di tahun 2020 yang kebanyakan berasal dari usia di bawah 25 tahun.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan, pertumbuhan terbesar untuk jumlah investor berasal dari usia di bawah 25 tahun, diikuti oleh usia 26 tahun sampai 40 tahun, 31 tahun sampai 40 tahun dan terakhir usia 41 tahun ke atas.

“Semua segmen investor ini mengalami kenaikan. Tapi percepatan pertumbuhannya didominasi dengan Generasi Z atau di bawah usia 25 tahun, dan kemudian diikuti oleh investor milenial,” kata Hasan dalam virtual konferensi, Selasa (22/2/2021).

Baca juga: Menyikapi Kenaikan Investor Ritel, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Hasan menyebutkan, kini total investor di bawah usia 40 tahun berjumlah 75 persen dari total investor saham yang ada di Indonesia, yang saat ini berjumlah 1,4 juta investor.

Dia juga menyebut, investor baru di tahun 2021 dengan rentang usia 18 tahun hingga 25 tahun komposisinya sebesar 50,7 persen dari total investor di Indonesia.

“Jadi kelihatannya terus menunjukkan kenaikan, di mana para milenial dan generasi z terus masuk pasar modal dan bergabung menjadi investor pemula,” jelas dia.

Menurut Hasan, alasan investor berusia muda masuk ke pasar modal adalah karena ekosistem di pasar modal saat ini sesuai dengan usia dan kenyamanan bertransaksi secara online.

Baca juga: Memahami Laba Rugi Dalam Investasi Pasar Modal

Belum lagi, kondisi yang memungkinkan banyak orang untuk tetap berada di rumah, sehingga waktu luang lebih banyak dimanfaatkan untuk investasi saham.

“Milenial dan Generasi Z sangat cocok dengan ekosistem dan kenyamanan di pasar modal. Belum lagi saat ini banyak sekali berita terkini yang terus muncul di pasar dan ini benar-benar diminati mereka untuk mengikuti perkembangan dari waktu ke waktu,” ucap Hasan..

Hasan bilang saat ini generasi muda telah memahami perencanaan keuangan dan orientasi keuntungan, sehingga mereka memberanikan diri untuk mulai belajar, masuk dan menerapkan pengetahuan mereka ke dalam instrumen investasi saham.

“Sekarang karakter milenial benar-benar ingin mencapai sesuatu tujuan yang ditentukan spesifik. Ini yang harus terus kita lakukan adalah meningkatkan literasi dan edukasi dalam konteks investor baru,” ujar dia.

Baca juga: Memahami IHSG: Pengertian, Manfaat, dan Cara Hitungnya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG Ditutup Negatif, Asing Banyak Lepas Saham BBCA, INCO, dan BMRI

IHSG Ditutup Negatif, Asing Banyak Lepas Saham BBCA, INCO, dan BMRI

Whats New
Swastanisasi Diklaim Bisa Buat BUMN Jadi Lebih Kompetitif

Swastanisasi Diklaim Bisa Buat BUMN Jadi Lebih Kompetitif

Whats New
Mau Beli Sukuk Ritel SR014? Begini Caranya

Mau Beli Sukuk Ritel SR014? Begini Caranya

Earn Smart
OJK: Portofolio Investasi Industri Asuransi Segera Dibatasi

OJK: Portofolio Investasi Industri Asuransi Segera Dibatasi

Whats New
Cerita 2 Perempuan Pelaku Usaha Kreatif di Indonesia di Tengah Pandemi

Cerita 2 Perempuan Pelaku Usaha Kreatif di Indonesia di Tengah Pandemi

Smartpreneur
Jasa Marga Siapkan 9 Ruas Tol untuk Dilego Melalui LPI

Jasa Marga Siapkan 9 Ruas Tol untuk Dilego Melalui LPI

Whats New
Pemerintah Buka Kemungkinan Ada Penyesuaian Tarif Listrik

Pemerintah Buka Kemungkinan Ada Penyesuaian Tarif Listrik

Whats New
Tanoto Foundation Salurkan Beasiswa untuk Mahasiswa di 9 Perguruan Tinggi Negeri

Tanoto Foundation Salurkan Beasiswa untuk Mahasiswa di 9 Perguruan Tinggi Negeri

Rilis
Luhut Sebut Nilai Ekonomi Digital Indonesia Tumbuh Hingga Double Digit

Luhut Sebut Nilai Ekonomi Digital Indonesia Tumbuh Hingga Double Digit

Whats New
Sri Mulyani Sarankan Wajib Pajak Lapor SPT Tahunan Pekan Ini

Sri Mulyani Sarankan Wajib Pajak Lapor SPT Tahunan Pekan Ini

Whats New
Di Lazada, Lebih Banyak Seller UMKM atau dari Luar Negeri?

Di Lazada, Lebih Banyak Seller UMKM atau dari Luar Negeri?

Whats New
Sri Mulyani Ingatkan Wajib Pajak Tak Tunggu Akhir Bulan untuk Lapor SPT Pajak

Sri Mulyani Ingatkan Wajib Pajak Tak Tunggu Akhir Bulan untuk Lapor SPT Pajak

Whats New
Menteri ESDM Beberkan Tantangan Pengembangan Energi Baru Terbarukan

Menteri ESDM Beberkan Tantangan Pengembangan Energi Baru Terbarukan

Whats New
Indeks Keyakinan Konsumen Meningkat pada Februari 2021

Indeks Keyakinan Konsumen Meningkat pada Februari 2021

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Mengenal Perilaku 'Compulsive Shopping Disorder'| Menjadi Konsumtif yang Bijak | Hindari Bahaya Bisphenol pada Struk Belanja

[KURASI KOMPASIANA] Mengenal Perilaku "Compulsive Shopping Disorder"| Menjadi Konsumtif yang Bijak | Hindari Bahaya Bisphenol pada Struk Belanja

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X