Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Insentif Diperluas, Mobil Innova hingga Pajero Berpotensi Dapat Diskon PPnBM

Kompas.com - 17/03/2021, 17:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengkaji perluasan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah untuk kendaraan bermotor roda empat menjadi hingga kapasitas mesin 2.500 cc. 

Saat ini, kebijkan diskon PPnBM baru diberikan pada mobil mobil penumpang 4x2, termasuk sedan dengan kapasitas mesin di bawah 1.500 cc.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, rencana perluasan insentif ini menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada dirinya.

Baca juga: Jokowi Minta PPnBM Fortuner dkk Digratiskan, Sudah Tepatkah?

“Perluasan diperlukan karena ada jenis kendaraan yang kapasitas silindernya di atas 1.500 cc dan memiliki local purchase (pembelian lokal) tinggi di atas 50-60 persen yang belum menikmati kebijakan relaksasi ini,” ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, dikutip Rabu (16/3/2021).

Maka, ada potensi mobil dengan kapasitas 2.500 cc bisa mendapatkan insentif pajak di masa pandemi ini.

Asalkan kendaraan itu diproduksi dalam negeri dan menggunakan komponen lokal (TKDN) minimal 70 persen.

Ada beberapa mobil yang masuk dalam kategori mesin 2.500 cc, di antaranya Honda CR-V yang bermesin 2.000 cc, lalu Toyota Kijang Innova dengan mesin bensin 2.000 cc dan mesin diesel 2.400 cc.

Ada juga Toyota Fortuner dengan mesin diesel 2.400 cc, serta Mitsubishi Pajero Sport dengan kapasitas mesin 2.400 cc dan 2.500 cc.

Baca juga: Mobil Kapasitas 2.500 cc Berpeluang Dapat Diskon PPnBM

Pada aturan yang berlaku saat ini, yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 33 Tahun 2017, tarif PPnBM yang dikenakan untuk mobil berkapasitas mesin 1.501-2.500 cc sebesar 20 persen.

Artinya, bila perluasan insentif PPnBM ini diberlakukan maka harga mobil berkapasitas 2.500 cc tersebut berpotensi untuk turun hingga puluhan juta.

Saat ini, kebijakan diskon PPnBM untuk mobil dengan kapasitas mesin di bawah 1.500 cc, terbagi menjadi tiga tahap.

Terdiri dari insentif PPnBM 100 persen pada Maret-Mei, lalu sebesar 50 persen pada Juni-Agustus, dan sebesar 25 persen pada September-November.

Menurut Agus, perluasan kebijakan ini dilakukan karena pemerintah melihat fasilitas relaksasi yang tengah berjalan terbukti mampu mendongkrak konsumsi kendaraan bermotor.

Baca juga: Menperin Kaji Diskon PPnBM Nol Persen untuk Mobil 2.500 cc

Ia mengatakan, per 12 Maret 2021, tingkat purchase order mobil tercatat naik hingga 140,8 persen setelah ada relaksasi PPnBM untuk mobil berkapasitas di bawah 1.500 cc.

"Kami akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan,” kata Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KCJB Sudah 84 Persen, Menhub: Pak Luhut, Pak Erick, dan Saya Ditugaskan Presiden Mengawal Proyek Ini

KCJB Sudah 84 Persen, Menhub: Pak Luhut, Pak Erick, dan Saya Ditugaskan Presiden Mengawal Proyek Ini

Whats New
Sidak Bandara Juanda, Kemenaker Cegah Keberangkatan 87 Calon Pekerja Migran Ilegal

Sidak Bandara Juanda, Kemenaker Cegah Keberangkatan 87 Calon Pekerja Migran Ilegal

Whats New
Terbaru UMR Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan 2023

Terbaru UMR Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan 2023

Work Smart
Gaji UMR Brebes 2023 dan 34 Daerah Lain se-Jateng

Gaji UMR Brebes 2023 dan 34 Daerah Lain se-Jateng

Work Smart
Cara Mendapatkan Diskon Tiket Kereta Api Dosen dan Alumni UGM

Cara Mendapatkan Diskon Tiket Kereta Api Dosen dan Alumni UGM

Spend Smart
Sering Dikira Merek Asing, Siapa Pemilik Holland Bakery Sebenarnya?

Sering Dikira Merek Asing, Siapa Pemilik Holland Bakery Sebenarnya?

Whats New
Promo Akhir Pekan Indomaret, Ada Diskon Minyak Goreng hingga Beras

Promo Akhir Pekan Indomaret, Ada Diskon Minyak Goreng hingga Beras

Spend Smart
Belum Validasi NIK Jadi NPWP, Apakah Tetap Bisa Lapor SPT Tahunan?

Belum Validasi NIK Jadi NPWP, Apakah Tetap Bisa Lapor SPT Tahunan?

Whats New
Kereta Api Panoramic Kembali Beroperasi Februari 2023, Ini Harga Tiketnya

Kereta Api Panoramic Kembali Beroperasi Februari 2023, Ini Harga Tiketnya

Whats New
Biaya Haji RI Vs Malaysia, Lebih Mahal Mana?

Biaya Haji RI Vs Malaysia, Lebih Mahal Mana?

Spend Smart
10 Perusahaan Teknologi Ini Lakukan PHK pada Januari 2023, Ada Google hingga Microsoft

10 Perusahaan Teknologi Ini Lakukan PHK pada Januari 2023, Ada Google hingga Microsoft

Whats New
Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia Pekan Ini, Kekayaan Low Tuck Kwong Turun Rp 31,46 Triliun

Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia Pekan Ini, Kekayaan Low Tuck Kwong Turun Rp 31,46 Triliun

Whats New
[POPULER MONEY] Penjelasan Tokopedia soal Pembatalan Voucher Rp 100.000 | KAI soal Tiket Kereta Mahal

[POPULER MONEY] Penjelasan Tokopedia soal Pembatalan Voucher Rp 100.000 | KAI soal Tiket Kereta Mahal

Whats New
Aktivasi BNI Mobile Banking Gagal Terus? Ini Solusinya

Aktivasi BNI Mobile Banking Gagal Terus? Ini Solusinya

Spend Smart
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+