Putra Mahkota Abu Dhabi Perintahkan Tanam Investasi Rp 143,9 Triliun ke RI, Mengapa?

Kompas.com - 28/03/2021, 08:07 WIB
Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia dan ASEAN, Abdulla Salem Obaid AlDhaheri saat bertemu dengan Kompas.com di Kantor Kedutaan Besar UEA di Jakarta, Jumat (26/3/2021). Dok Kedubes UEA JakartaDuta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia dan ASEAN, Abdulla Salem Obaid AlDhaheri saat bertemu dengan Kompas.com di Kantor Kedutaan Besar UEA di Jakarta, Jumat (26/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com – Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan penanaman investasi senilai 10 miliar dollar AS di Indonesia, atau setara dengan Rp 143,9 triliun (kurs Rp 14.390).

Dana investasi sebesar itu bakal ditempatkan pada lembaga pengelola dana abadi Indonesia bernama Lembaga Pengelola Investasi/LPI (Indonesia Investment Authority/INA).

Komitmen investasi sebesar itu menjadikan UEA sebagai investor utama terbesar. Sebelumnya, ada beberapa negara yang menyampaikan minat serupa, mulai dari Jepang, Amerika Serikat, hingga Kanada.

Baca juga: UEA Suntikkan Rp 143 Triliun ke LPI, Kepercayaan Internasional ke Indonesia Tinggi

Untuk mengetahui lebih lanjut investasi ini, Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia dan ASEAN, Abdulla Salem Obaid AlDhaheri menceritakan latar belakang komitmen investasi senilai 10 miliar dollar AS ini.

Abdulla menuturkan, suntikan dana tersebut merupakan arahan langsung dari Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed Al Nahyan setelah kedua negara melakukan kunjungan kenegaraan.

Tercatat, Mohamed bin Zayed sempat mengunjungi Indonesia pada tahun 2019 silam. Kemudian Presiden RI Joko Widodo melakukan kunjungan balasan pada Januari 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak bisa dimungkiri, kunjungan itu merupakan titik tolak perubahan dalam hubungan bilateral antar kedua negara. Investasi pada LPI seolah melengkapi sejumlah kesepakatan dan nota kesepahaman (MoU) yang berhasil ditandatangani.

Baca juga: Pemerintah Bakal Suntik LPI Rp 60 Triliun Tahun Ini

“Investasi yang digelontorkan di Indonesia merupakan suatu loncatan luar biasa bagi hubungan bilateral sebuah negara. Sekaligus, menandai transformasi baru bagi hubungan bilateral antara UEA dengan Indonesia di mana pada masa sebelumnya, hubungan hanya bersifat konvensional. Terbatas pada hal-hal yang terkait dengan energi dan perdagangan,” ucap Abdulla saat ditemui di Kantor Kedutaan Besar Uni Emirat Arab di Jakarta, Jumat (26/3/2021).

Abdulla menyebut, UEA mencari peluang investasi di sektor-sektor baru selain perminyakan dan pelabuhan laut.

Beberapa sektor yang menjadi target investasi antara lain, energi terbarukan, industri strategis dan militer, produksi vaksin Covid-19, alat deteksi Covid-19 berbasis laser, sektor pertanian dan ketahanan pangan, infrastruktur, hutan mangrove, pendidikan digital, pariwisata dan ekonomi kreatif, urusan keagamaan, serta berbagai sektor lainnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.