Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Putra Mahkota Abu Dhabi Perintahkan Tanam Investasi Rp 143,9 Triliun ke RI, Mengapa?

Kompas.com - 28/03/2021, 08:07 WIB
Fika Nurul Ulya,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan penanaman investasi senilai 10 miliar dollar AS di Indonesia, atau setara dengan Rp 143,9 triliun (kurs Rp 14.390).

Dana investasi sebesar itu bakal ditempatkan pada lembaga pengelola dana abadi Indonesia bernama Lembaga Pengelola Investasi/LPI (Indonesia Investment Authority/INA).

Komitmen investasi sebesar itu menjadikan UEA sebagai investor utama terbesar. Sebelumnya, ada beberapa negara yang menyampaikan minat serupa, mulai dari Jepang, Amerika Serikat, hingga Kanada.

Baca juga: UEA Suntikkan Rp 143 Triliun ke LPI, Kepercayaan Internasional ke Indonesia Tinggi

Untuk mengetahui lebih lanjut investasi ini, Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia dan ASEAN, Abdulla Salem Obaid AlDhaheri menceritakan latar belakang komitmen investasi senilai 10 miliar dollar AS ini.

Abdulla menuturkan, suntikan dana tersebut merupakan arahan langsung dari Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed Al Nahyan setelah kedua negara melakukan kunjungan kenegaraan.

Tercatat, Mohamed bin Zayed sempat mengunjungi Indonesia pada tahun 2019 silam. Kemudian Presiden RI Joko Widodo melakukan kunjungan balasan pada Januari 2020.

Tak bisa dimungkiri, kunjungan itu merupakan titik tolak perubahan dalam hubungan bilateral antar kedua negara. Investasi pada LPI seolah melengkapi sejumlah kesepakatan dan nota kesepahaman (MoU) yang berhasil ditandatangani.

Baca juga: Pemerintah Bakal Suntik LPI Rp 60 Triliun Tahun Ini

“Investasi yang digelontorkan di Indonesia merupakan suatu loncatan luar biasa bagi hubungan bilateral sebuah negara. Sekaligus, menandai transformasi baru bagi hubungan bilateral antara UEA dengan Indonesia di mana pada masa sebelumnya, hubungan hanya bersifat konvensional. Terbatas pada hal-hal yang terkait dengan energi dan perdagangan,” ucap Abdulla saat ditemui di Kantor Kedutaan Besar Uni Emirat Arab di Jakarta, Jumat (26/3/2021).

Abdulla menyebut, UEA mencari peluang investasi di sektor-sektor baru selain perminyakan dan pelabuhan laut.

Beberapa sektor yang menjadi target investasi antara lain, energi terbarukan, industri strategis dan militer, produksi vaksin Covid-19, alat deteksi Covid-19 berbasis laser, sektor pertanian dan ketahanan pangan, infrastruktur, hutan mangrove, pendidikan digital, pariwisata dan ekonomi kreatif, urusan keagamaan, serta berbagai sektor lainnya.

Dia berharap, investasi ini bukan hanya mempererat ekonomi, tapi juga saling menguatkan, saling menyempurnakan, dan membawa kemaslahatan bagi semua masyarakat Indonesia. Dia ingin investasi mampu mentransformasi Indonesia ke arah yang lebih baik.

“Saya harap manfaat investasi ini tidak hanya dirasakan satu pihak. Kedua belah pihak harus mengambil manfaat dari investasi ini. Indonesia bisa memanfaatkan berbagai kemudahan di UEA, sementara investor bisa mendapat kemudahan dari perundang-undangan yang lebih adaptif dan ramah, termasuk UU Cipta Kerja,” ungkapnya.

Bisnis-bisnis yang Dibidik

Adapun saat ini, UEA dan Indonesia tengah bekerjasama dalam produksi vaksin dan alat deteksi Covid-19 berbasis laser yang teknologinya berasal dari UEA.

Saat ini, teknologi deteksi Covid-19 dalam proses perancangan untuk diproduksi, setelah berhasil ditandatanganinya kesekapatan. Berkaitan dengan itu, kini kedua negara juga bekerjasama dalam produksi vaksin di Indonesia. Setidaknya, ada 15 vaksin yang dikembangkan dan diproduksi di Indonesia untuk berbagai macam penyakit.

“Ini menandakan Indonesia punya kemampuan untuk memproduksi vaksin. Dan saya harap, upaya Indonesia memproduksi vaksin (Covid-19) lokal dapat terwujud (diproduksi) pada tahun depan,” ungkap dia.

Baca juga: Jasa Marga Siapkan 9 Ruas Tol untuk Dilego Melalui LPI

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pemerintah Bakal Pangkas Subsidi Energi pada 2025? Ini Kata Sri Mulyani

Pemerintah Bakal Pangkas Subsidi Energi pada 2025? Ini Kata Sri Mulyani

Whats New
Simak, Ini Cara Ajukan Early Redemption Sukuk Tabungan ST010T2

Simak, Ini Cara Ajukan Early Redemption Sukuk Tabungan ST010T2

Whats New
Sekjen Kemenaker: Green Jobs Tak Bisa Dihindari dan Harus Jadi Prioritas

Sekjen Kemenaker: Green Jobs Tak Bisa Dihindari dan Harus Jadi Prioritas

Whats New
IHSG Berharap ke 'New Blue Chips', Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Berharap ke "New Blue Chips", Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Hasil Merger XL Axiata dan Smartfren Diproyeksi Akan Bernilai 3,5 Miliar Dollar AS

Hasil Merger XL Axiata dan Smartfren Diproyeksi Akan Bernilai 3,5 Miliar Dollar AS

Whats New
Ramai Aturan Potongan Gaji Karyawan untuk Iuran Tapera, Ini Penjelasan BP Tapera

Ramai Aturan Potongan Gaji Karyawan untuk Iuran Tapera, Ini Penjelasan BP Tapera

Whats New
Sampoerna Agro Tebar Dividen Rp 220 Miliar, Cek Jadwalnya

Sampoerna Agro Tebar Dividen Rp 220 Miliar, Cek Jadwalnya

Whats New
[POPULER MONEY] Jokowi Terbitkan Aturan Baru soal Potongan Gaji Karyawan untuk Iuran Tapera | Pertamina Tertibkan Penjualan Eipiji 3 Kg

[POPULER MONEY] Jokowi Terbitkan Aturan Baru soal Potongan Gaji Karyawan untuk Iuran Tapera | Pertamina Tertibkan Penjualan Eipiji 3 Kg

Whats New
Setoran Pajak Loyo, Pendapatan Negara Turun

Setoran Pajak Loyo, Pendapatan Negara Turun

Whats New
 Kemendag Sebut Rencana Kenaikan MinyaKita Sudah Pertimbangkan Daya Beli

Kemendag Sebut Rencana Kenaikan MinyaKita Sudah Pertimbangkan Daya Beli

Whats New
Kegiatan Ekonomi: Definisi, Jenis, dan Contohnya

Kegiatan Ekonomi: Definisi, Jenis, dan Contohnya

Earn Smart
Tarik Tunai lewat EDC BCA Akan Dikenakan Biaya Admin Mulai 5 Juli 2024

Tarik Tunai lewat EDC BCA Akan Dikenakan Biaya Admin Mulai 5 Juli 2024

Whats New
Tips agar Tidak Terjebak Investasi Ilegal

Tips agar Tidak Terjebak Investasi Ilegal

Whats New
Cara Transfer Saldo LinkAja ke Rekening BCA

Cara Transfer Saldo LinkAja ke Rekening BCA

Work Smart
Bukan Sri Mulyani, Ini Daftar Pejabat Kemenkeu yang Duluan Berangkat ke IKN

Bukan Sri Mulyani, Ini Daftar Pejabat Kemenkeu yang Duluan Berangkat ke IKN

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com