KILAS

Soal Pengembangan Food Estate, Luhut Tekankan Pentingnya Sinergi dan Kolaborasi

Kompas.com - 07/04/2021, 08:53 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Inveatasi Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau kawasan food estate di blok A5 Desa Bentuk Jaya Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa (6/4/2021). DOK. Humas KementanMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Inveatasi Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau kawasan food estate di blok A5 Desa Bentuk Jaya Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa (6/4/2021).

KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pengembangan kawasan food estate di Kalimantan Tengah (Kalteng) berfokus di lahan gambut.

Untuk itu, sinergi peran Kementerian Pertanian (Kementan), Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Kementerian Desa menjadi sangat penting.

“Juga kolaborasi antara tim riset, yakni professor ahli food estate dengan Universitas di Palangkaraya didorong agar nanti semua ini terbuka. Jadi, kami membuka diri untuk saling mengoreksi saling memperbaiki, sehingga sinergi itu bisa menjadi pencapaian yang terbaik,” tegasnya.

Luhut mengatakan itu saat meninjau kawasan food estate di blok A5 Desa Bentuk Jaya Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa (6/4/2021).

Kunjungan ini didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL), Menteri PUPR) Basuki Hadimoeljono, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko dalam rangka pengecekan progres pengembangan food estate Kalteng.

Baca juga: Menko Luhut: Presiden Minta Food Estate di Kalteng Harus Jalan

“Jadi kami sesuai perintah Pak Presiden dengan Mentan, Menteri PUPR, KSP meninjau lahan pengembangan food Estate yang direncanakan seluas 167.000 hektar (ha), tapi di sini sebagai tahap awal seluas 20.000 ha. Saya kira prosesnya bagus,” ujar Luhut usai meninjau lahan food estate.

Sebanyak 96,7 persen telah ditanami

Lebih lanjut, Luhut juga meminta agar rekayasa tata kelola pengolahan naik turunnya air disikapi secara serius karena ketersediaan air sangat penting untuk keberhasilan lahan pertanian.

Tidak hanya itu, lanjutnya, sistem air harus terus dijaga baik itu pada musim hujan maupun musim kemarau.

“Nanti airnya itu bisa diatur sedemikian rupa sehingga tidak menjadi banjir dan itu bisa nanti air digunakan menjadi untuk menghindari kebakaran seperti 2015,” sebutnya.

Baca juga: Luhut Puas Hasil Panen Perdana Food Estate Humbahas

Luhut mengatakan, semua yang dilakukan sudah dengan artificial intelligence (AI), sehingga penggunaan pupuk dan penyebaran pupuk dan sebagainya dapat diatur.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X