Bulog Paparkan Kendala Implementasi Kebijakan untuk Pangan

Kompas.com - 08/04/2021, 13:15 WIB
Pekerja menurunkan beras impor yang didatangkan dari Vietnam menggunakan kapal My Vuong melalui Pelabuhan Tanjung Priok di gudang milik Perum Bulog Divisi Regional Jakarta-Banten, di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (13/11). Sebanyak 13.100 ton beras impor dari Vietnam akan masuk ke gudang Bulog. KOMPAS/PRIYOMBODOPekerja menurunkan beras impor yang didatangkan dari Vietnam menggunakan kapal My Vuong melalui Pelabuhan Tanjung Priok di gudang milik Perum Bulog Divisi Regional Jakarta-Banten, di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (13/11). Sebanyak 13.100 ton beras impor dari Vietnam akan masuk ke gudang Bulog.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Direktur Utama Bulog Gatot Trihargo mengaku, ada beberapa kendala yang dihadapi Bulog dalam mengimplementasikan kebijakan pangan saat ini.

Kendala pertama, yakni penugasan yang diberikan kepada Bulog bersifat ad hoc sehingga membuat tidak adanya jaminan kontinuitas.

"Misalnya pada saat beberapa tahun yang lalu masalah gula, gula pada awal harga tinggi diserahkan ke Bulog untuk didistribusikan dengan harga rendah dan menyimpan stok tertentu. Namun, ketika pasar cukup kuat, tidak ada dukungan tata niaga dan Bulog pun harus bersaing dengan pasar pada tingkat efiensi yang berbeda," ujar Gatot dalam sesi diskusi Daulat Pangan yang disiarkan secara virtual, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Pengusaha: Daging Kerbau Impor Bulog Lebih Mahal dari Malaysia

Kendala selanjutnya yakni penugasan yang diberikan terpecah di masing-masing kementerian dan lembaga serta penugasan yang tidak terintegrasi.

Dia menjelaskan, hal ini terjadi pada kasus kedelai.

Bulog diminta untuk menyerap kedelai pada harga acuan yang lebih tinggi dari pada harga impor, tetapi tidak didukung dengan kebijakan yang berpihak kepada produsen, konsumen.

"Sehingga pada saat itu para asosiasi tahu tempe komplennya ke Bulog," jelas Gatot.

Sementara kendala yang ketiga adalah belum lengkapnya kebijakan turunan Peraturan Presiden (Perpres).

Baca juga: [POPULER MONEY] Jawaban Buwas saat Kinerja Bulog Dipertanyakan | Pertamina soal Kebakaran Kilang Balongan

Hal ini, kata Gatot, sangat dibutuhkan supaya langkah yang diambil Bulog dalam mengambil keputusan juga jelas.

"Seperti kebijakan penyakuran pangan, kebijakan jaminan kredit yang menurunkan DIPA dalam APBN, kita butuh turunan Perpresnya supaya jelas," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Whats New
Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Whats New
Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Whats New
OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

Whats New
Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Whats New
Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Whats New
Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] 'Reading Habit' pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] "Reading Habit" pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

Rilis
Soal Deposito Raib, Bank Mega Syariah: Dana Telah Masuk ke Rekening Perusahaan

Soal Deposito Raib, Bank Mega Syariah: Dana Telah Masuk ke Rekening Perusahaan

Whats New
YDBA Beri Pembinaan untuk Para Perajin Cangkul di Klaten

YDBA Beri Pembinaan untuk Para Perajin Cangkul di Klaten

Whats New
Perusahaan Tidak Bayar THR Lebaran 2021, Begini Cara Melaporkannya

Perusahaan Tidak Bayar THR Lebaran 2021, Begini Cara Melaporkannya

Whats New
Co-CEO Gojek Bakal Jadi Bos Perusahaan Hasil Merger dengan Tokopedia?

Co-CEO Gojek Bakal Jadi Bos Perusahaan Hasil Merger dengan Tokopedia?

Whats New
Posko THR 2021 Diluncurkan, Apa Fungsinya?

Posko THR 2021 Diluncurkan, Apa Fungsinya?

Whats New
Kemenperin Pacu Peran Startup untuk Dukung Transformasi Industri

Kemenperin Pacu Peran Startup untuk Dukung Transformasi Industri

Rilis
IHSG 'Parkir' di Zona Merah, Rupiah Justru Menguat

IHSG "Parkir" di Zona Merah, Rupiah Justru Menguat

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X