Kompas.com - 09/04/2021, 19:51 WIB
Ilustrasi: Sejumlah pekerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, membuat kue, Minggu (13/9/2020). KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi: Sejumlah pekerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, membuat kue, Minggu (13/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan, terdapat 3 hal yang menjadi kunci kesuksesan UMM Indonesia, yakni inovasi, kolaborasi dan pendampingan.

Deputi Bidang UKM Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman mencontohkan, Koperasi Wisata Mina Bahari 45 Depok Parangtritis, Bantul. Koperasi tersebut dinilai berhasil menerapkan 3 kunci keberhasilan dengan mengolaborasikan antara UMKM, koperasi dan pemerintah.

Koperasi Wisata Mina Bahari 45 Depok Parangtritis, Bantul saat ini memproduksi makanan tradisional di tanah air, dan menjadikan makanan tersebut dikemas dalam kaleng yang siap ekspor.

Baca juga: Koperasi Simpan Pinjam: Pengertian, Contoh, dan Fungsinya

“Meskipun kita melakukan restrukturisasi, program yang lama ini kita lanjutkan dan kita tingkatkan,” kata Hanung dalam siaran pers Jumat (09/04/2021).

Menurutnya, yang dimaksud dengan inovasi, kolaborasi dan pendampingan yakni kolaborasi UMKM, misalkan dengan factory sharing.

Di mana ada banyak UMKM, kemudian ada yang menyediakan alat produksi supaya mereka yang belum punya alat produksi bisa ikut melakukan proses pengalengan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keuntungan lain dari kolaborasi tersebut antara lain dari sisi perijinan dan sertifikasi yang dipermudah. Misalkan saja, barang makanan dan kosmetik izinnya sangat ketat. Ada izin edar, izin BPOM dan lainnya.

Hanung berharap koperasi yang lengkap semacam ini bisa terus dikembangkan di Indonesia.

“Model seperti ini harus kita bangun lebih banyak lagi. Ini menunjukkan bahwa kita yakin, kita bisa,” ujarnya.

Baca juga: Mengenal Bapak Koperasi Indonesia dan Sejarah Lengkapnya

Sementara itu, Ketua Asosiasi Makanan Keleng Yogyakarta, Bambang Trimulyono mengungkapkan, pihaknya mempunyai visi bagamana caranya UMKM di Yogyakarta ini bisa maju bersama. Jika solid, bisa membentuk satu kawasan skala IKM.

“Ini mungkin pertama di Indonesia, untuk bisa saling bahu membahu antara koperasi sebagai bapak angkat dengan UMKM supaya bisa berproduksi dengan baik, punya standardisasi dan legalitas produk serta bisa meningkatkan kualitas agar produk kita bisa ekspor,” kata Bambang.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.