Berebut Renyahnya Pasar Milenial, Ramai-ramai Jadi Bank Digital

Kompas.com - 11/04/2021, 15:09 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.

Sementara Direktur Utama Bank Jago Kharim Indra Gupta Siregar menyebutkan, pihaknya menargetkan masyarakat yang kesehariannya memang berinteraksi dengan ekosistem digital. Tentunya untuk berinteraksi dalam ekosistem digital memerlukan setidaknya media, dalam hal ini ponsel atau pun laptop.

“Bank jago lebih menempatkan kepada technology base bank. Mengapa? Karena teknologi sudah menguasai keseharian konsumen-konsumen kita,” ucap dia.

Mantan Direktur IT BTPN ini menyebut, pihaknya melihat adanya pergerakan luar biasa nasabah dengan perbankan. “Kalau dulu nasabah itu datang ke bank, sekarang ini sudah tidak lagi, karena kesehariannya itu sudah memakai aplikasi mobile,” tutur dia.

“Oleh karena itu untuk tetap relevan dan bisa memberikan layanan yang terbaik kepada konsumen, maka kami harus mengubah cara layanan kami juga,” tambah Kharim.

Bank Jago sendiri merupakan titisan dari Bank Artos setelah mantan Direktur Utama Bank BTPN Jerry Ng dan pendiri Northstar Group Patrick Walujo memborong 51 persen saham berkode ARTO itu. Bank Jago telah menerbitkan saham baru atau right issue sekitar Rp 1,34 triliun untuk pengembangan infrastruktur, teknologi informasi, sumber daya manusia, serta perbaikan struktur permodalan.

Wajah digital Bank jago makin terlihat seiring masuknya Gojek. Melalui layanan keuangan digital GoPay, decacorn tersebut telah membeli 22 persen saham Bank Jago.

Baca juga: Sebut Alasan Bentuk Bank Digital, Founder Bank Jago: Sekarang Kita Bersaing di Era Digital

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kompetisi

Sama-sama mengincar milenial sebagai pasar, tentu membuat para neobank itu harus mengerahkan kemampuan terbaik mereka. Daya saing bank digital akan ditentukan setidaknya oleh tiga hal, dukungan pemegang saham pengendali, manajemen yang kompeten , dan model bisnis.

Dukungan pemegang saham, tentu penting terkait komitmen permodalan dan konsistensi dalam pengembangan bisnis sangat diperlukan dalam menggarap bank digital. Pelayanan digital dengan kentalnya faktor teknologi memerlukan modal yang tidak sedikit. Hal ini pun ditegaskan oleh OJK.

“Seperti saya contohkan, Bank Jago itu walaupun aturan modal inti kita Rp 3 triliun tetapi mereka sudah siapkan sampai Rp 7 trilun. Karena memang kesiapan untuk mentransformasikan diri menjadi bank digital itu memang butuh permodalana yang cukup kuat, karena untuk melayani teknologi itu memerlukan modal yang cukup kuat dan SDM-SDM yang handal,”papar Heru.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Whats New
Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Whats New
PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

Whats New
Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Rilis
Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Whats New
Menperin Agus: Indonesia Harus Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

Menperin Agus: Indonesia Harus Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

Whats New
Apa Arti Status Prakerja dalam Proses Seleksi?

Apa Arti Status Prakerja dalam Proses Seleksi?

Work Smart
Hari Libur Nasional 2022 Ditetapkan Ada 16 Hari, Ini Rinciannya

Hari Libur Nasional 2022 Ditetapkan Ada 16 Hari, Ini Rinciannya

Whats New
Dapat Suntikan Modal Rp 20 Triliun, IFG Segera Tuntaskan Restrukturisasi Jiwasraya

Dapat Suntikan Modal Rp 20 Triliun, IFG Segera Tuntaskan Restrukturisasi Jiwasraya

Whats New
Kemendag Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan E-commerce

Kemendag Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan E-commerce

Rilis
Menperin Agus: Hingga Awal September, Hampir 4 Juta Karyawan Sektor Industri Sudah Divaksinasi

Menperin Agus: Hingga Awal September, Hampir 4 Juta Karyawan Sektor Industri Sudah Divaksinasi

Whats New
Cara Menyimpan Barang Berharga di Pegadaian Safe Deposit Box

Cara Menyimpan Barang Berharga di Pegadaian Safe Deposit Box

Whats New
Startup Lokal, Evermos Raih Pendanaan Rp 426 Miliar dari Investor

Startup Lokal, Evermos Raih Pendanaan Rp 426 Miliar dari Investor

Rilis
Laporkan Aktivis ke Polisi, Luhut: Tak Elok Rasanya Mengkritik tetapi Tidak Bicara Langsung

Laporkan Aktivis ke Polisi, Luhut: Tak Elok Rasanya Mengkritik tetapi Tidak Bicara Langsung

Whats New
IHSG Ditutup Menguat 0,78 Persen, Asing Borong BBRI, BBCA, dan TLKM

IHSG Ditutup Menguat 0,78 Persen, Asing Borong BBRI, BBCA, dan TLKM

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.