Mengenal Apa Itu LMKN yang Punya Wewenang Tarik Royalti Lagu

Kompas.com - 12/04/2021, 17:41 WIB
14 Tempat yang Wajib Bayar Royalti jika Gunakan Lagu secara Komersial KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo14 Tempat yang Wajib Bayar Royalti jika Gunakan Lagu secara Komersial
  • Ketua LMKN: Brigjen Pol (P) Yurod Saleh, SH. MH.
  • Komisioner Bidang Humas Ir. James F. Sundah
  • Komisioner Bidang Humas Rapin M. Kawiradji
  • Komisioner Bidang Teknologi Informasi Ebiet G. Ade
  • Komisioner Bidang Teknologi Informasi Irfan Aulia, S.Kom.
  • Komisioner Bidang Hukum dan Ligitasi Rien Uthami Dewi, SH.
  • Marulam J. Hutauruk, SH. Komisioner Bidang Hukum dan Ligitasi
  • Komisioner Bidang Lisensi Adi Adrian
  • Komisioner Bidang Lisensi Yessy Kurniawan, ST.

Lantas, berapa sebenarnya pendapatan dari royalti yang selama ini sudah diberlakukan? Berdasarkan catatan LMKN, penerimaan atau perolehan royalti musik untuk hak cipta dan hak terkait mengalami peningkatan yang sangat siginifikan sejak tahun 2016.

Pada tahun 2016, LMKN berhasil mengumpulkan royalti sebanyak Rp 22 miliar. Selanjutnya pada tahun 2017, terjadi peningkatan pendapatan royalti musik mencapai Rp 36 miliar.

Kemudian pada akhir tahun 2018, pengumpulan royalti musik melonjak hingga mencapai 83 persen dengan pencapaian nilai pengumpulan royalti hingga mencapai Rp 66 miliar.

Tata cara pengelolaan royalti musik atau lagu

Dikutip dari laman resmi Setkab, disebutkan dalam PP 56/2021 bahwa pengelolaan royalti dilakukan oleh LMKN berdasarkan data yang terintegrasi pada pusat data lagu dan/atau musik.

“Setiap orang dapat melakukan penggunaan secara komersial lagu dan/atau musik dalam bentuk layanan publik yang bersifat komersial dengan mengajukan permohonan lisensi kepada pemegang hak cipta atau pemilik hak terkait melalui LMKN,” demikian bunyi ketentuan PP ini.

Baca juga: UMKM Dapat Keringanan Pembayaran Royalti Lagu dan Musik

Menteri melakukan pencatatan perjanjian lisensi tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pelaksanaan lisensi disertai kewajiban memberikan laporan penggunaan lagu dan/musik kepada LMKN melalui Sistem Informasi Lagu dan/atau Musik (SILM).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, setiap orang yang melakukan penggunaan secara komersial lagu dan/atau musik dalam bentuk layanan publik yang bersifat komersial berdasarkan perjanjian lisensi tersebut membayar royalti melalui LMKN.

Disebutkan dalam PP, penggunaan secara komersial untuk suatu pertunjukan dapat menggunakan lagu dan/atau musik tanpa perjanjian lisensi dengan tetap membayar royalti melalui LMKN, yang dilakukan segera setelah penggunaan.

Penggunaan secara komersial lagu dan/atau musik pada usaha mikro diberikan keringanan tarif royalti yang ditetapkan oleh menteri.

Lebih lanjut disebutkan dalam PP, penarikan royalti dilakukan oleh LMKN untuk pencipta, pemegang hak cipta, dan pemilik hak terkait yang telah menjadi anggota maupun belum menjadi anggota dari suatu LMK.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.