Kompas.com - 14/04/2021, 09:42 WIB
Pakenta br Ginting, ibu dari Nuansa Putra Kaban menyusun Minyak Karo Laucih yang akan dimasukkan ke dalam kardus untuk dikirim kepada reseller. Sejak berdiri tahun 1999, Minyak Karo Laucih menembus pasar dari Sabang hingga Merauke dengan 422 reseller. reseller adalah, apa itu reseller, arti reseller, dropship adalah KOMPAS.COM/DEWANTOROPakenta br Ginting, ibu dari Nuansa Putra Kaban menyusun Minyak Karo Laucih yang akan dimasukkan ke dalam kardus untuk dikirim kepada reseller. Sejak berdiri tahun 1999, Minyak Karo Laucih menembus pasar dari Sabang hingga Merauke dengan 422 reseller. reseller adalah, apa itu reseller, arti reseller, dropship adalah

JAKARTA, KOMPAS.com - Punya keinginan merintis bisnis namun dengan modal pas-pasan. Reseller bisa jadi pilihannya. Selain reseller, alternatif lainnya yakni dropship. 

Apa itu reseller (arti reseller)? Dikutip dari Buku "Step By Step Bisnis Dropshipping dan Reseller" karya Ahmad Syafii, reseller adalah menjual kembali sebuah barang dari supplier tanpa adanya stok barang dengan komisi yang telah ditentukan sendiri atau ditetapkan oleh supplier.

Biasanya, reseller baru akan membeli stok barang apabila ada pesanan yang datang. Dalam beberapa kasus, reseller juga terkadang menyetok barang, namun bisanya dengan jumlah yang relatif terbatas (arti reseller).

Di era digital dan masifnya perkembangan marketplace dan media sosial, reseller adalah juga berkembang menjadi dropship.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Margin dalam Bisnis dan Cara Menghitungnya

Sedikit berbeda dengan reseller, dropship adalah penjualan produk yang memungkinkan dropshipper menjual barang ke pelanggan dengan hanya bermodalkan foto atau gambar dari supplier tanpa perlu menyetok barang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Skema dropship adalah pelanggan membeli barang dengan mentransfer uang ke rekening dropshipper, lalu dropshipper membayar kepada supplier sesuai harga beli dropshipper ditambah ongkos kirim.

Selain mengirimkan uang pembelian barangg, dropshipper juga mengirimkan data-data pelanggan kepada supplier seperti nama, alamat, dan nomor yang bisa dihubungi.

Dari sini, barang akan dikirimkan oleh supplier langsung ke alamat pelanggan. Dengan kata lain, tugas dropshipper adalah hanya memasarkan barang tanpa perlu menyetok barang.

Baca juga: Apa Itu Rentenir dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Keuntungan dropshipper berasal dari margin harga jual ke pelanggan dikurangi dengan harga beli dari supplier yang ditambah dengan ongkos kirim.

Dengan skema bisnis yang sederhana, bisnis dropship juga bisa dilakukan di mana pun asalkan memiliki koneksi jaringan internet. Saat ini, banyak orang terjun ke bisnis satu ini.

Barang yang bisa dijual pun sangat banyak lantaran saat ini sudah banyak penyedia atau pemasok barang berbagai produk yang menyediakan penjualan dropshipping untuk para mitranya antara lain kosmetik, makanan dan minuman, obat, pakaian, dan elektronik.

Dengan memanfaatkan teknologi digital, dropshipper memanfaatkan penjualan via online, terutama lewat media sosial dan e-commerce.

Setelah mendapatkan pelanggan, dropshipper bisa langsung menghubungi pemasok barang (meneruskan pesanan) dan mengirimkan pesanannya langsung ke alamat pembeli.  

Baca juga: Apa Itu Dropship, Apa Bedanya dengan Reseller



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.