HIngga April 2021, OJK Telah Blokir 3.198 Fintech Ilegal

Kompas.com - 05/05/2021, 15:29 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCK/JoyseulayIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Satgas Waspada Investasi (SWI) kembali memblokir sejumlah fintech peer to peer lending (P2P lending) ilegal. Pada April 2021, SWI telah memblokir 86 fintech P2P lending ilegal.

Dengan jumlah pemblokiran terbaru itu, maka sejak 2018 SWI telah memblokir 3.198 fintech lending ilegal.

Ketua SWI Tongam Lumban Tobing mengatakan, menjelang Hari Raya Idul Fitri, keberadaan fintech bodong semakin marak.

Baca juga: Investasi Bodong Marak Jelang Lebaran, Ini Daftar 26 Entitasnya

Mereka memanfaatkan momentum, dimana masyarakat membutuhkan dana lebih untuk kebutuhan Lebaran.

"Menjelang Lebaran dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, kewaspadaan masyarakat harus ditingkatkan agar tidak menjadi korban," kata Tongam dalam keterangan tertulis, Rabu (5/5/2021).

SWI selalu berusaha mengingatkan masyarakat yang ingin menggunakan fintech lending untuk memahami legalitas atau izin dari perusahaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Terlebih lagi menjelang lebaran ini masyarakat mendapatkan THR sehingga diharapkan tidak menempatkan dana THR tersebut pada penawaran-penawaran investasi ilegal,” ujar Tongam.

Menurut Tongam, saat ini juga ada beberapa entitas yang mengaku bahwa perizinan atau legalitasnya “clear and clean” dari Satgas Waspada Investasi OJK.

Baca juga: Investasi Bodong di Banyuwangi Bermodal Grup Whatsapp, Kerugian Capai Rp 1 Miliar

“Kami tegaskan bahwa Satgas Waspada Investasi tidak ada kaitannya dengan pengurusan perizinan atau legalitas kegiatan usaha, oleh karena itu masyarakat diminta tidak ikut kegiatan perusahaan yang membawa-bawa nama Satgas Waspada Investasi dalam pemasarannya,” tuturnya.

Tongam meminta masyarakat untuk menanyakan langsung kepada Kontak OJK 157 atau WA 081157157157 bila ingin memanfaatkan fintech lending atau mengikuti investasi.

"Ataupun jika ingin melaporkan adanya kegiatan fintech lending dan investasi yang berpotensi merugikan masyarakat," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X