Kedatangan WN China ke Indonesia Dianggap Bukan Masalah, Asalkan...

Kompas.com - 10/05/2021, 20:12 WIB
Ilustrasi: Sejumlah tenaga kerja asing bersiap pulang ke negaranya karena kontrak kerjanya habis. Dok DITJEN IMIGRASIIlustrasi: Sejumlah tenaga kerja asing bersiap pulang ke negaranya karena kontrak kerjanya habis.

JAKARTA,KOMPAS.com – Warga Negara China yang datang ke Indonesia dengan mengantongi izin kerja dinilai tidak menjadi masalah.

Namun, tentunya kedatangan WN China tersebut harus sesuai dengan prosedur ketenagakerjaan yang berlaku untuk Tenaga Kerja Asing (TKA).

Peneliti ketenagakerjaan Pusat Penelitian Kependudukan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Triyono mengatakan, kedatangan WN China sebagai TKA bukan menjadi masalah.

Baca juga: WN China Masuk Indonesia untuk Mengerjakan Proyek Strategis

Justru dengan kedatangan TKA asal China itu, investasi bisa berjalan, dan outputnya meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.

“Saya menggarisbawahi dari sisi ketenagakerjaan, saya melihat untuk TKA China, sepanjang mereka disini dibutuhkan untuk keahlian, itu dipersilahkan. Karena semakiln lama ekstafet proyek tidak dikerjakan, akan mempengaruhi serapan tenagakerja lokal. Karena tenaga kerja asing yang ahli memiliki kewajiban untuk men-transfer ilmunya kepada tenaga kerja lokal,” ungkap Triyono kepada Kompas.com, Senin (10/5/2021).

Triyono menjelaskan, investasi asal China memang pada dasarnya memiliki jenis pekerjaan yang membutuhkan tenaga ahli yang belum dimiliki oleh tenaga kerja tanah air.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Maka dari itu, ia menggarisbawahi, kedatangan TKA asal China perlu dilakukan tetapi tetap pada koridor pengawasan yang ketat.

“Kalau kita lihat kebanyakan investasi dari China memang menggunakan tegnaga ahli untuk jenis pekerjaan tertentu. Jika tenaga kerja kita belum bisa mengoperasikan, maka akan mempengaruhi proyek itu sendiri. Yang menjadi catatan penting lainnya adalah pengawasan,” tegas Triyono.

Baca juga: WN China Boleh Masuk Indonesia Sementara Mudik Dilarang, Pengamat: Pemerintah Pilih Kasih

Pengawasan tersebut yakni bagaimana pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian/lembaga yang mencakup Kementerian Ketenagakerjaan dan Direktorat Jendral Imigrasi.

Selain itu, kordinasi dengan pemerintah daerah yang merupakan ujung tombak juga harus dibangun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.