Pesan Lebaran Menaker: Tunda Mudik Demi Akhiri Pandemi Covid-19

Kompas.com - 13/05/2021, 19:31 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah saat melaporkan perkembangan Posko Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021 secara virtual di Jakarta pada Rabu (12/5/2021). Dok. Humas Kementerian KetenagakerjaanMenteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah saat melaporkan perkembangan Posko Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021 secara virtual di Jakarta pada Rabu (12/5/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah berharap masyarakat Indonesia mematuhi imbauan pemerintah untuk tidak melakukan mudik pada perayaan Idul Fitri 1442 H karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Ida mengingatkan, bulan Ramadhan yang baru saja dilalui telah mengajarkan umat akan pentingnya menahan diri, dan menunda melakukan sesuatu yang disenangi.

"Imbauan pemerintah untuk menunda mudik harus kita patuhi. Tunda kebahagiaan sesaat agar lebih baik. Kita menunda mudik demi mengakhiri pandemi," ujar Ida melalui siaran resminya, dikutip Kompas.com, Kamis (13/5/2021).

Baca juga: Ucapkan Selamat Lebaran, Luhut Ingatkan Jangan Mudik

Penundaan yang dilakukan, kata Ida, adalah demi tujuan yang lebih baik untuk memutus rantai penularan Covid-19 dan mengakhiri pandemi yang masih berlangsung sampai saat ini. 

Ia mengakui, dengan mudik yang merupakan tradisi masyarakat Indonesia akan muncul perasaan bahagia ketika bisa berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.

Namun, di tengah kebahagiaan tersebut, masih ada potensi penularan Covid-19.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kiranya akan lebih bijaksana jika kita menunda kebahagiaan sesaat demi terciptanya situasinya yang lebih baik. Saat situasi lebih membaik,  kita lebih leluasa melakukan mudik ke kampung halaman," kata Ida.

Ida mengingatkan, penundaan mudik saat ini akan dapat mendorong terciptanya situasi yang lebih kondusif untuk bertemu keluarga di daerah asal di masa mendatang.

Baca juga: Ketika Pengusaha Rest Area Merugi akibat Larangan Mudik

"Kita menunda mudik demi mengakhiri pandemi," tegas Ida. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X