Susun Banyak RUU, Sri Mulyani Tak Sempat Libur Lebaran

Kompas.com - 14/05/2021, 18:19 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan tak sempat berlibur saat momen Hari Raya Idul Fitri kali ini karena banyak tugas yang perlu diselesaikan secepat mungkin.

Beberapa pekerjaan yang dikebut Sri Mulyani adalah menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2022 dan menyusun beberapa RUU lainnya yang perlu didiskusikan bersama DPR.

"Kami enggak sempat liburan lebaran sebab kami siapkan KEM PPKF di DPR, kita masih ada audit BPK, kita masih ada 2 RUU yang akan dibahas, kita selesaikan RUU APBN nanti," kata Sri Mulyani dalam silaturahmi secara daring bersama media, Jumat (14/5/2021).

Baca juga: Menu Favorit Sri Mulyani Saat Lebaran, Opor hingga Sambal Goreng Ati

Wanita yang akrab disapa Ani ini mengakui, akan banyak berdiskusi dengan berbagai pihak dan melakukan pertemuan, termasuk bersama awak media dalam 3 bulan ke depan.

Tentunya hal ini dalam sosialisasi kebijakan dan keputusan pemerintah yang telah disetujui DPR.

Dia pun berpesan agar media membuat berita yang baik, alias bukan berita bohong dan menyebar fitnah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi 3 bulan ke depan pasti akan banyak muncul. Tapi mohon titip berita yang baik, bukan selalu memuji, tapi artinya buat berita yang membuat Indonesia makin baik," ungkap Ani.

Lebih lanjut Menteri Keuangan yang menjabat 2 periode di pemerintahan Jokowi ini menyebut, pemerintah masih fokus dalam penanganan Covid-19 di tahun kedua.

Dia mengungkapkan, Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa dari sisi kesehatan, mental, dan kegiatan ekonomi.

"Jadi kita sekarang masih berkonsentrasi fokus kepada keseluruhan masyarakat, agar kita tidak hanya bertahan tapi pulih kembali," tutur Ani.

Baca juga: Tak Bisa Mudik akibat Covid-19, Sri Mulyani Kangen Keluarga

Untuk menahan perlambatan ekonomi, pihaknya perlu menformulasikan kebijakan.

Dia sadar, setiap kebijakan yang diambil selama pandemi Covid-19 kadang tidak populer yang kurang disukai. Tapi cara ini perlu dilakukan agar kondisi semakin baik.

"Kadang-kadang pilihan kebijakan enggak selaku gampang buat kami karena memang pilihannya juga tidak selalu pilihan antara thirdwave, secondwave. Kadang-kadang pilihan ini adalah pilihan yang kurang prefarable, tapi harus diambil dalam menjaga masyarakat dan juga menjaga seluruh perekonomian," pungkas Ani.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X