Sri Mulyani Perpanjang Jangka Waktu Pemberian Subsidi Bunga, Simak Rincian Berikut

Kompas.com - 12/06/2021, 07:00 WIB
Menkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5/20w1) KemenkeuMenkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5/20w1)
Penulis Mutia Fauzia
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani telah merilis aturan baru mengenai pemberian subsidi bunga.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50/2021 yang merupakan revisi dari aturan sebelumnya, yakni PMK Nomor 138/2021.

Di dalam aturan tersebut pemerintah memutuskan untuk memperpajang jangka waktu pemberian subsidi bunga. Hal itu untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional.

Di dalam pasal 8 beleid tersebut dijelaskan, subsidi bunga atau subsidi margin untuk tahun 2021 diberikan dalam jangka waktu paling lama enam bulan hingga 30 Juni 2021 mendatang.

Baca juga: PPN Mobil Diskon tapi Sembako Dipajaki, Sri Mulyani: Teknik Hoaks yang Bagus

 

Sebelumnya, jangka waktu pemberian susbidi bunga hanya berlaku hingga 31 Desember 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk tahun 2021, diberikan dalam jangka waktu paling lama 6 bulan mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2021 dan paling lama sampai dengan 30 Juni 2021," tulis pasal 8 ayat 1(b) aturan tersebut seperti dikutip Kompas.com, Sabtu (12/6/2021).

Bantuan berupa subsidi bunga diberikan kepada nasabah perbankan, perusahaan pembiayaan, serta Lembaga Penyalur Program Kredit Pemerintah.

Terdapat beberapa ketentuan yang perlu untuk dipahami debitur mengenai susbidi bunga ini. Ketentuan tersebut yakni:

  • Untuk debitur dengan beberapa akad kredit atau pembiayaan dengan nilai kumulatif tidak lebih dari Rp 500 juta, maka besaran subsidi bunga yang diberikan paling banyak untuk dua akad kredit dengan baki debet paling besar.
  • Untuk debitur dengan beberapa akad plafonnya di kisarna Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar maka hanya satu akad kredit yang akan diberi subsidi bunga.
  • Bila akad kredit yang diberi subsidi bunga nilainya tidak sampai dengan Rp 500 juta, maka akad kredit tersebut tidak harus memperoleh restrukturisasi dari penyalur kredit atau pembiayaan.

Baca juga: Sebut Tangani Perubahan Iklim Tak Murah, Sri Mulyani: Indonesia Butuh Rp 3.461 Triliun

Adapun besaran subsidi bunga untuk tahun 2021 ini yakni sebagai berikut:

  1. Plafon kredit Rp 10 juta diberikan subsidi sebesar bunga atau kredit yang dibebankan kepada debitur dan paling tinggi 25 persen
  2. Plafon kredit/pembiayaan di atas Rp 10 juta sampai Rp 500 juta diberikan subsidi bunga paling tinggi 3 persen
  3. Plafon kredit di atas Rp 500 juta - Rp 10 miliar akan diberikan subsidi bunga paling tinggi 1,5 persen

Sementara itu, syarat untuk mendapatkan subsidi bunga adalah sebagai berikut:

  1. Merupakan UMKM, koperasi, atau debitur lain dengan plafon kredit paling besar Rp 10 miliar
  2. Memiliki baki debet kredit atau pembiayaan sampai dengan 29 Februari 2020
  3. Tidak termasuk dalam daftar hitam nasional untuk plafon kredit di atas Rp 50 juta
  4. Memiliki kategori performing loan lancar (kolektibilitas 1 atau 2) dihitung per 29 Februari 2021
  5. Memiliki NPWP atau mendaftar untuk emndapatkan NPWP

Baca juga: Pemerintah Buka Opsi Perpanjangan Subsidi Bunga KUR hingga Akhir 2021



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Termasuk KA di Bali, Ini Daftar Proyek Strategis Nasional Kereta Api

Termasuk KA di Bali, Ini Daftar Proyek Strategis Nasional Kereta Api

Whats New
Apa yang Dimaksud dengan Devisa?

Apa yang Dimaksud dengan Devisa?

Whats New
[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Percaya Diri dan Mental Baja Hadapi Senioritas di Kantor | Senioritas 'Nikmat Membawa Sengsara'

[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Percaya Diri dan Mental Baja Hadapi Senioritas di Kantor | Senioritas "Nikmat Membawa Sengsara"

Rilis
Ingin Wakaf Tapi Tidak Punya Banyak Aset? Asuransi Allianz Punya Solusinya

Ingin Wakaf Tapi Tidak Punya Banyak Aset? Asuransi Allianz Punya Solusinya

Whats New
Sri Mulyani Perkirakan Anggaran Kesehatan Bisa Tembus Rp 300 Triliun Tahun Ini

Sri Mulyani Perkirakan Anggaran Kesehatan Bisa Tembus Rp 300 Triliun Tahun Ini

Whats New
Luhut Minta Masukan Penanganan Pandemi Covid-19 dari Ekonom, Dokter, hingga Mahasiswa

Luhut Minta Masukan Penanganan Pandemi Covid-19 dari Ekonom, Dokter, hingga Mahasiswa

Whats New
Daftar Terbaru Jalan Tol yang Masuk Proyek Strategis Nasional 2021

Daftar Terbaru Jalan Tol yang Masuk Proyek Strategis Nasional 2021

Whats New
Mau Beli Valas? Cek Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Mau Beli Valas? Cek Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Spend Smart
Rincian Harga Emas Antam Hari ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Antam Hari ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Melirik Potensi Bisnis SPBU di Masa Pandemi, Bisa untuk Investasi Jangka Panjang?

Melirik Potensi Bisnis SPBU di Masa Pandemi, Bisa untuk Investasi Jangka Panjang?

BrandzView
Tanoto Foundation Donasikan 3.000 Unit Oxygen Concentrator secara Bertahap

Tanoto Foundation Donasikan 3.000 Unit Oxygen Concentrator secara Bertahap

Rilis
Ikappi Sebut Hoaks soal Vaksin dan Covid-19 Masih Kuat di Pasar Tradisional

Ikappi Sebut Hoaks soal Vaksin dan Covid-19 Masih Kuat di Pasar Tradisional

Whats New
PLTS Terapung Terbesar di Asia Tenggara Siap Dibangun di Waduk Cirata

PLTS Terapung Terbesar di Asia Tenggara Siap Dibangun di Waduk Cirata

Whats New
Subsidi Kuota Internet Telat Cair, Sri Mulyani Ungkap Alasannya

Subsidi Kuota Internet Telat Cair, Sri Mulyani Ungkap Alasannya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X