Akselerasi Industri Keramik, Kemenperin "Kawinkan" Produsen dan Asosiasi Pengguna

Kompas.com - 17/06/2021, 18:54 WIB
Menperin Agus Gumiwang Dokumentasi humas kemenperinMenperin Agus Gumiwang

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan business matching antara produsen keramik dengan asosiasi sektor pengguna.

Kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) dengan Real Estate Indonesia (REI) dan Perjanjian Kerja Sama Antara Perusahaan Industri Keramik Nasional Dengan Penyedia Jasa Properti / Real Estate Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Swasta Nasional.

Baca juga: Menperin Apresiasi Perusahaan Elektronik Asal Surabaya Pasok Speaker untuk Mobil Mewah

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, upaya tersebut untuk mendorong penerapan program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN).

“Kita semua patut bersyukur, Indonesia memiliki industri keramik yang saat ini menduduki peringkat delapan dunia dengan kapasitas produksi terpasang sebesar 538 juta meter per tahun dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 150.000 orang,” kata Agus dalam siaran resminya, dikutip Kompas.com, Kamis (17/6/2021)

Menperin berharap, melalui business matching pelaku usaha sektor industri maupun sektor lain seperti properti, pengembang, dan infrastruktur terus bersinergi, bergerak menciptakan peluang pasar baru, saling mengisi untuk menjamin kepastian rantai pasok, serta kerjasama yang erat dalam menciptakan kemandirian ekonomi bidang industri keramik nasional.

“Dengan langkah ini juga diharapkan produk industri keramik nasional dapat memiliki peran penting di pasar regional dan global,” sebut Agus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Agus mengatakan, meningkatnya pembangunan di sektor infrastruktur dan properti, seperti real estate, perumahan, apartmen, dan bangunan lainnya, membuat permintaan pasar dalam negeri semakin bertambah.

Baca juga: Menperin Agus Optimistis Industri Manufaktur Bisa Positif di Kuartal II/2021

“Dalam jangka panjang, Industri keramik nasional akan sangat prospektif, mengingat konsumsi keramik nasional per kapita sekitar 1,4 meter persegi masih lebih rendah dibandingkan konsumsi ideal dunia yang telah mencapai lebih dari 3 meter persegi,” ucapnya.

Selain itu, pemerintah yang gencar dalam pembangunan infrastruktur, serta meningkatnya kebutuhan perumahan atau tempat tinggal oleh pekerja usia produktif, menjadi peluang pangsa pasar bagi industri keramik nasional untuk meningkatkan konsumsi keramik nasional dan memperluas pangsa pasar dalam negeri.

“Kita harus bangga bahwa keramik produksi dalam negeri memiliki keunggulan dari segi kualitas, tipe, desain atau motif, jaminan ketersediaan dan after sales service, serta memiliki TKDN rata-rata di atas 85 persen,” papar Agus.

Menperin menuturkan, Indonesia juga harus bangga karena saat ini ubin keramik dalam negeri telah mampu menembus pasar ekspor negara-negara Asia, Eropa, Amerika, dan Australia.

“Kemudian perlu digarisbawahi bahwa khusus untuk produk ubin atau porcelain slab ukuran 3,2 meter dikali 1,6 meter, baru Indonesia yang mampu memproduksi di dunia dan telah diekspor ke China, Australia, serta Amerika Serikat,” imbuh dia.

Baca juga: Targetkan Investasi di Manufaktur Rp 323 Triliun, Menperin Optimistis RI Tetap Dilirik Investor

Menurut Agus, meski turut dihantam badai pandemi Covid-19, ekspor ubin keramik meningkat sebesar 17 persen pada tahun 2020 dibandingkan tahun 2019.

“Memperhatikan demand dalam negeri dan pangsa pasar ekspor yang telah mulai meningkat, beberapa produsen keramik nasional telah melakukan ekspansi atau perluasan, dan mengundang ketertarikan beberapa investasi baru,” kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X