Kompas.com - 17/06/2021, 19:14 WIB
Ilustrasi blok migas iStockphoto/bashtaIlustrasi blok migas

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memulai proses lelang Wilayah Kerja (WK) migas konvensional tahap I tahun 2021.

Sebanyak 6 WK migas yang dilelang mulai hari ini, Kamis (17/6/2021).

Adapun 4 blok migas ditawarkan melalui mekanisme penawaran langsung dan 2 WK melalui mekanisme lelang reguler.

Baca juga: Investor Hulu Migas Ramai-ramai Hengkang dari Pengelolaan Blok Migas Tanah Air

Dalam penawaran ini, investor dapat memilih skema kontrak migas, baik gross split maupun cost recovery.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menjelaskan, penawaran blok migas kali ini mempunyai hitungan bagi hasil (split) yang berbeda dari hitungan penawaran sebelumnya.

Ia bilang, semakin besar risiko yang dihadapi KKKS, maka akan semakin besar pula bagian split KKKS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami akan ada improve sharing split, tidak seperti sebelumnya yang biasanya 85:15, di lelang ini ada 70:30, ada yang sampai 50:50 untuk berbagai risiko. Risiko semakin tinggi maka bagian KKKS semakin besar,” jelas Tutuka dalam dalam acara Oil & Gas Investment Day, Kamis (17/6/2021).

Ia memastikan, ke depan akan lebih banyak WK yang bakal ditawarkan oleh Kementerian ESDM.

Baca juga: Badan Geologi Rekomendasikan 4 Blok Migas

Pada tahap pertama ini memang sebanyak 6 blok migas yang baru ditawarkan oleh pemerintah.

“Kita akan offer (tawarkan) lagi dalam beberapa bulan ke depan. Jadi kita sudah WK lainnya, tapi memang harus lebih fix karena banyak sekali yang perlu diperhatikan, nanti kami umumkan lagi, saat ini 6 dulu,” ungkap Tutuka.

Adapun akses dokumen lelang tahap I untuk penawaran langsung ditetapkan mulai 17 Juni-28 Juli 2021.

Lalu proses penyerahan dokumen partisipasi dilakukan pada 28 Juli-30 Juli 2021.

Sedangkan akses dokumen untuk lelang reguler ditetapkan mulai 17 Juni- 2 Oktober 2021.

Baca juga: Produksi Migas Pertamina Tahun 2020 Tak Capai Target

Selanjutnya, proses pemasukan dokumen partisipasi lelang ini pada 12 Oktober-14 Oktober 2021.

Penawaran ini berlaku bagi perusahaan dalam dan luar negeri (BU/BUT) di bidang usaha hulu migas yang memiliki kemampuan finansial dan teknis.

Perusahaan itu harus pula mampu memenuhi persyaratan Komitmen Pasti minimal 3 tahun.

Selain itu, perusahaan juga harus mampu memenuhi syarat dan ketentuan wilayah kerja tender, serta kinerja dan rekam jejak yang baik untuk mengikuti putaran pertama Indonesia Lelang WK Migas 2021.

Perusahaan yang berminat dapat mendaftar dan mengakses Dokumen Penawaran melalui website e-tender https://esdm.go.id/wkmigas sesuai jadwal.

Baca juga: Kepala SKK Migas Minta Proyek Gas JBT Cepat Diselesaikan

Berikut rincian blok migas yang ditawarkan dalam lelang WK migas kali ini:

1. South CPP yang terletak di Riau Onshore dengan luas wilayah 5,446.39 kilometer persegi.

2. Sumbagsel yang terletak di South Sumatera Onshore dengan luas wilayah 1,751.04 kilometer persegi
3. Rangkas yang terletak di Banten & West Java Onshore dengan luas wilayah 3,969.8 kilometer persegi.

4. Liman yang terletak di East Java Onshore & Offshore dengan luas 3,135 kilometer persegi.

5. Merangin III yang terletak di South Sumatera and Jambi Onshore dengan luas wilayah 1,488.84 kilometer persegi.

6. North Kangean yang terletak di East Java Offshore dengan luas wilayah 4,679.33 kilometer persegi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keamanan Pelayaran, Indonesia Punya 285 Menara Suar

Jaga Keamanan Pelayaran, Indonesia Punya 285 Menara Suar

Rilis
Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Whats New
Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Whats New
Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Earn Smart
Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Rilis
Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Whats New
Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Whats New
BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

Whats New
Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Whats New
Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Whats New
Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Whats New
Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Whats New
PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

Whats New
Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Rilis
Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.