PT KAI Optimalkan Aset untuk Genjot Bisnis Non-penumpang

Kompas.com - 23/06/2021, 15:31 WIB
Ilustrasi Kereta Api (KA) Sawunggalih KOMPAS.COM/Dok PT KAI Daop 5 PurwokertoIlustrasi Kereta Api (KA) Sawunggalih

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengoptimalkan pemanfaatan  aset dalam rangka pengembangan bisnis non-angkutan, selain bisnis angkutan penumpang dan barang.

VP Public Relations KAI Joni Martinus menuturkan, komersialisasi non-angkutan terus dioptimalkan sebagai bentuk adaptasi KAI di tengah pandemi Covid-19.

"Kami menyadari aset KAI yang tersebar di Jawa dan Sumatera dapat lebih bernilai guna sehingga penting untuk diberdayakan,” kata Joni dalam pernyataannya, Rabu (23/6/2021).

Baca juga: Kini Kirim Barang lewat KAI Bisa Langsung Diantar ke Alamat Tujuan

Joni mengatakan, upaya tersebut dilakukan KAI untuk meningkatkan kinerja perusahaan melalui banyaknya aset potensial yang dimiliki.

Ia menjelaskan, bentuk komersialisasi non-angkutan KAI berupa kerja sama pemanfaatan aset stasiun, sarana, ROW (right of way), non-ROW, dan museum.

Untuk kerja sama pemanfaatan aset di stasiun, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai titik stasiun, seperti ruangan, bangunan, gedung, gudang, dan tanah untuk lokasi promosi, minimarket, gudang, kafe, dan ATM.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk kerja sama pemanfaatan aset berupa sarana, KAI menyediakan kereta makan, kereta wisata, entertainment on board, mesin perawatan jalan rel dan prasarana penunjang, serta Jasa Balai Yasa/Dipo.

Sementara itu, untuk pemanfaatan ROW atau aset KAI yang berada di sepanjang jalur kereta api aktif, KAI bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan aset tersebut, seperti untuk penanaman fiber optik, pipa air, pipa gas, dan pipa minyak.

Sedangkan untuk non-ROW atau aset KAI yang berada di luar wilayah stasiun dan ROW, aset-aset KAI dapat dimanfaatkan sebagai kantor, rumah makan, parkir, dan sebagainya.

Baca juga: KAI Angkut Rel Kereta Cepat Asal China dari Cilacap ke Rancaekek

Aset KAI lainnya yang dapat dikerjasamakan pemanfaatannya berupa museum, bangunan bersejarah, wifi (advertising slot), kegiatan shooting/pemotretan, event/activation, serta naming rights stasiun untuk memberikan kesempatan kepada mitra yang ingin mem-branding stasiun yang KAI kelola dengan brand atau produknya.

“KAI juga telah mengoptimalkan pendapatan dari aplikasi KAI Access berupa iklan dan layanan last mile dengan taksi Bluebird serta secara berkelanjutan tengah dilakukan pengembangan layanan first mile dengan taksi Bluebird, top up e-money Mandiri, dan sebagainya,” kata Joni.

Pada masa pandemi ini, KAI melakukan upaya-upaya untuk membantu meringankan beban mitra-mitra akibat berkurangnya aktivitas stasiun dibanding sebelum pandemi sebagai strategi customer retention terhadap mitra-mitra kerja sama tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.